Kebakaran lahan Gunung Tugel Kutoarjo melalap kawasan perbukitan hingga mengancam area pemukiman warga setempat pada sore hari.
Amukan si jago merah membakar hektaran lahan kering di perbukitan Gunung Tugel, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Kebakaran lahan Gunung Tugel menyebarkan asap pekat ke udara kawasan tersebut.
Di lapangan, warga sekitar panik melihat pergerakan api merah membara mendekati pemukiman. Tiupan angin kencang membuat api merambat cepat ke berbagai sudut lereng.
Perjuangan Petugas Menembus Medan Terjal
Sementara itu, medan perbukitan curam menyulitkan unit pemadam kebakaran menyemprotkan air langsung ke titik utama. Petugas membentangkan selang panjang untuk menjangkau lokasi tersulit.
Petugas pemadam kebakaran bersama personel BPBD Purworejo mengarahkan pancuran air deras guna melokalisasi kobaran. Langkah cepat ini mencegah lidah api menembus batas pemukiman warga terdekat.
Tak hanya itu, puluhan relawan dan warga setempat bahu-membahu membuat sekat bakar secara manual. Mereka menebang semak belukar kering agar api memutus jalur rambatannya.
Dampak Kebakaran Lahan Gunung Tugel
Faktanya, kepulan asap tebal menyelimuti sebagian akses jalan raya di sekitar wilayah Kutoarjo. Para pengguna jalan menyalakan lampu utama serta memperlambat laju kendaraan mereka.
Selain itu, hembusan angin malam memicu kekhawatiran timbulnya percikan api baru pada vegetasi yang mengering. Kondisi tanah panas menyimpan potensi bara api tersembunyi.
Bahkan, tim gabungan menyisir area lereng untuk memadamkan sisa-sisa kayu yang masih menyisakan asap. Petugas berjaga secara bergiliran demi mengamankan seluruh area terdampak.
Akibatnya, aktivitas masyarakat di lereng perbukitan sempat terhenti total selama proses pemadaman berlangsung. Tim penyelamat siaga penuh di posko lapangan hingga situasi terkendali.
Menurutnya, kewaspadaan tinggi menjadi prioritas utama mengingat cuaca ekstrem masih melanda kawasan tersebut. Pihak berwenang menempatkan armada pemadam tambahan di dekat perumahan.
Lebih jauh, koordinasi intensif antarinstansi mempercepat proses lokalisasi titik panas di lereng atas. Seluruh personel terus memantau pergerakan angin hingga dini hari.
