Wujudkan Mimpi Atlet UI dan Kemenpora Siapkan Prodi Manajemen Olahraga

Erick Tohir dan Rektor UI

sinarjiwa.id β€” Universitas Indonesia membawa secercah harapan bagi para pejuang olahraga tanah air melalui rencana pembukaan Program Studi Manajemen Olahraga yang bekerja sama dengan Kemenpora.

Langkah ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan para atlet yang seringkali terabaikan setelah masa keemasan mereka di arena pertandingan berakhir.

Rencana besar ini lahir dari pertemuan hati ke hati antara Rektor UI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah dan Menpora Erick Thohir di Jakarta pada 16 Maret 2026 yang lalu.

Kehadiran prodi ini diharapkan mampu menghapus kekhawatiran para orang tua mengenai pendidikan anak-anak mereka yang memilih jalan hidup sebagai atlet berprestasi.

β€œUI berkomitmen memperkuat ekosistem olahraga nasional melalui pendidikan formal yang terstruktur,” tutur Prof. Heri Hermansyah saat bertemu Menpora (16/03/2026).

Memberi Ruang Bertumbuh Bagi Pahlawan Olahraga

Melalui jalur khusus beasiswa, para atlet kini memiliki kesempatan untuk duduk di bangku kuliah tanpa harus meninggalkan kecintaan mereka pada dunia olahraga yang telah membesarkan nama mereka.

Baca Juga :  Pemerintah Ingatkan Risiko AI bagi Anak di Internet

Kurikulum yang dirancang bersama Kemenpora ini akan menyentuh sisi manusiawi dari industri olahraga, yakni bagaimana mengelola talenta dan organisasi dengan hati namun tetap profesional.

Program ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak akan sosok manajer yang tidak hanya cerdas secara logika, tetapi juga memahami dinamika emosional di balik perjuangan seorang atlet.

SDM yang lahir dari rahim UI ini nantinya akan menjadi penjaga nafas industri olahraga nasional agar tetap tumbuh sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

β€œKita perlu SDM olahraga yang profesional, bukan hanya atlet, tetapi juga manajer dan pengelola,” ucap Menpora Erick Thohir di Jakarta (16/03/2026).

Menata Masa Depan dengan Kepastian Akademik

Jika selama ini UI telah melahirkan para pakar medis melalui Ilmu Kedokteran Olahraga, kini saatnya universitas tertua di Indonesia ini mencetak para pemimpin industri.

Baca Juga :  Duka Siswa Inklusi Surabaya: AM Dikeroyok Teman Sekolah Hingga Trauma

Dampak dari kebijakan ini sangat terasa di ranah sosial, di mana pendidikan menjadi jembatan bagi atlet untuk tetap berdaya secara ekonomi maupun akademik di masa pensiun.

Sinergi ini bukan sekadar angka atau kebijakan di atas kertas, melainkan sebuah janji untuk tidak meninggalkan mereka yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

Dengan dukungan penuh pemerintah, Prodi Manajemen Olahraga ini akan menjadi rumah baru bagi inspirasi, prestasi, dan masa depan olahraga Indonesia yang lebih manusiawi. ***