kasus influenza meningkatKasus influenza meningkat di Indonesia sejak September 2026 dengan positivity rate SARI 56 persen di minggu ke-38, menurut Kemenkes.

Kasus influenza meningkat di Indonesia pada September 2026, dengan positivity rate surveilans SARI mencapai 56 persen di minggu ke-38. Kemenkes menyebut kenaikan ini mengikuti pola musiman yang biasanya berlangsung hingga akhir tahun.

Data tersebut disampaikan Kementerian Kesehatan dalam konferensi pers pada Senin (28/9). Kemenkes menilai kondisi ini bukan hal baru karena pola serupa berulang setiap tahun.

Kasus Influenza Meningkat Mengikuti Pola Musiman

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal P2P Kemenkes, dr. Andi Saguni, menegaskan bahwa influenza merupakan penyakit musiman. “Jadi ini kalau kita lihat, 2024, 2025, 2026, tipenya sebenarnya influenza itu adalah seasonal atau musiman, dan biasanya akan meningkat kalau kita sekitar bulan September sampai dengan akhir tahun,” kata Saguni.

Menurut dia, pola serupa juga terlihat secara global dan di sejumlah negara ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Di negara-negara tersebut, peningkatan kasus umumnya terjadi mulai September hingga akhir tahun.

Positivity Rate SARI Naik Jadi 56 Persen

Kenaikan itu terpantau lewat surveilans sentinel Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di Indonesia. “Dan kita bisa melihat dan mendapatkan hasil ini dari surveillance sentinel, di minggu ke-38 pada bulan September ini ada peningkatan, positivity rate menjadi 56 persen,” ujar Saguni.

Angka serupa pernah tercatat pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2023, positivity rate influenza bahkan sempat mencapai 68 persen. “Kita bisa lihat pada bagian kuning itu adalah seasonal-nya September sampai akhir tahun, 2023, 2024, 2025. Dan kita bisa lihat di tahun 2023 sempat mencapai angka 68 persen,” katanya.

Subtipe H1N1 PDM09 Mendominasi

Secara global, subtipe virus influenza yang paling banyak bersirkulasi pada 2026 adalah influenza A subtipe H1N1 PDM09. Subtipe yang sama juga paling banyak ditemukan di Indonesia. “Dan untuk kasus di Indonesia yang predominan adalah influenza A, H1N1, PDM09,” ujar Saguni.

Pemantauan Rumah Sakit dan Kelompok Berisiko

Selain memantau kasus, Kemenkes memastikan peningkatan influenza tidak berdampak pada keterisian tempat tidur. “Jadi kami sudah menurunkan tim secara langsung untuk memantau kondisi di rumah sakit dan terus kita tingkatkan pemantauannya,” ujar Saguni.

Influenza dapat menyerang siapa saja. Namun, risiko sakit yang lebih berat perlu diwaspadai pada anak berusia di bawah lima tahun, orang dengan penyakit penyerta atau komorbid, serta lansia.

Saguni berharap tren kasus mulai turun setelah melewati puncak. “Kalau kita lihat tren-tren sebelumnya, itu bahwa ketika sudah melangkaui sekitar minggu 39-40 itu trennya akan turun,” katanya.

Secara ringkas, kasus influenza meningkat di Indonesia sesuai pola musiman, dengan H1N1 PDM09 sebagai subtipe dominan dan positivity rate SARI 56 persen. Masyarakat tetap perlu waspada, terutama kelompok yang berisiko mengalami sakit lebih berat.