John Herdman menyampaikan kata-kata pertama usai membawa Timnas Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026 secara dramatis. Pelatih asal Inggris itu menegaskan trofi adalah target saat menghadapi Thailand, Senin (5/10).
John Herdman Beri Apresiasi untuk Suporter dan Pemain
Dalam konferensi pers seusai laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Herdman lebih dulu berterima kasih kepada pendukung yang hadir. Ia menilai dukungan penonton menjadi energi penting ketika para pemain berjuang di 20 menit terakhir.
Ia menyebut final ini sebagai pengalaman pertama bagi dirinya, Mitchell Baker, dan pemain lain. “Maksud saya, ini final pertama saya [di Timnas Indonesia]. Ini juga final pertama bagi Mitchell [Baker, di samping John Herdman]. Untuk pemain lain juga ini final pertama,” kata Herdman.
Trofi Jadi Target di Final Lawan Thailand
Indonesia akan bertemu Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Senayan, Jakarta, Senin (5/10) malam. Herdman ingin mempersembahkan sejarah bagi Indonesia. Jika juara, Garuda akan meraih gelar pertama sejak 1991, atau 35 tahun terakhir.
Sebelum bicara final, mantan pelatih tim nasional Kanada itu mengizinkan anak asuhnya merayakan kemenangan atas Bangladesh. Namun, ia mengingatkan tugas belum selesai. “Kami harus merayakan ini, tapi masih ada satu langkah [pertandingan] lagi, satu langkah lagi yang harus diambil [di final],” ujarnya.
Herdman menambahkan bahwa timnya akan memulai lagi dan berjuang. “Ada trofi yang sudah menanti untuk ditorehkan sejarahnya dan membuat negara ini bangga,” kata Herdman dengan wajah berbinar.
Duel Dua Pelatih Inggris di Senayan
Final nanti juga mempertemukan Herdman dengan Anthony Hudson, pelatih Thailand yang menukangi Tim Gajah Perang. Keduanya sama-sama berasal dari Inggris, sehingga laga ini punya warna tersendiri bagi publik sepak bola Asia Tenggara.
Herdman mengaku sering menyaksikan pertandingan Hudson dan antusias menyambut final. “Senang rasanya nanti bisa berjabat tangan dengannya, dua orang Inggris yang saling berhadapan dalam laga sengit,” kata Herdman.
Konteks Kelolosan Dramatis Indonesia
Kelolosan Indonesia sendiri baru pasti pada menit-menit akhir. Skuad Garuda menang 9-2 atas Bangladesh pada laga pemungkas Grup A, sementara Malaysia menang 6-0 atas Singapura. Indonesia lolos karena unggul produktivitas gol, dengan Kevin Diks dan Mitchell Baker mencetak gol di masa injury time.
Dengan latar itu, pesan Herdman soal satu langkah terakhir terasa relevan. Pemain Indonesia sudah membuktikan daya juang di fase grup, tetapi final menuntut ketenangan yang berbeda.
Pada akhirnya, kata-kata pertama John Herdman usai kelolosan dramatis ini memadukan rasa syukur dan tuntutan. Ia berterima kasih kepada suporter, mengizinkan perayaan singkat, lalu menegaskan bahwa trofi adalah tujuan di final melawan Thailand.
