Luky Alfirman wamenkeuLuky Alfirman wamenkeu dilantik Presiden Prabowo di Istana Negara bersama Nurkholisoh Ibnu Amman, Kamis (1/10), lewat Keppres 104 P Tahun 2026.

Luky Alfirman wamenkeu baru resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10). Ia dilantik bersama Nurkholisoh Ibnu Amman untuk jabatan yang sama.

Pelantikan itu berlandaskan Keputusan Presiden Nomor 104 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Dengan dua nama baru tersebut, jajaran pimpinan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bertambah dari yang sebelumnya hanya satu wakil menteri.

Luky Alfirman Wamenkeu Kembali ke Jajaran Pimpinan Kemenkeu

Bagi Luky, pengangkatan ini menandai kembalinya ia ke lingkaran strategis Kemenkeu. Pada April 2026, ia dicopot dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran oleh Menteri Keuangan saat itu, Purbaya Yudhi Sadewa. Kini ia kembali dengan jabatan baru sebagai wakil menteri.

Usai dilantik, Luky mendatangi kantor Kemenkeu di Jakarta Pusat. Di sana ia mengaku perasaannya bercampur aduk setelah sempat melewati masa yang ia sebut sebagai hibernasi. “Kalau ditanya perasaan saya campur aduk. Excited, tapi juga ada kagetnya, berat yang pasti ya, Pak Menteri,” ujarnya.

Dua Wamenkeu Baru dan Kesetaraan Jabatan

Selain Luky, Nurkholisoh Ibnu Amman turut dilantik untuk jabatan yang sama. Dengan begitu, Kemenkeu kini memiliki tiga wamenkeu, termasuk Juda Agung yang lebih dulu menjabat. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa dalam Keputusan Presiden, ketiganya diangkat setara dengan jabatan yang sama.

Luky menyebut dirinya dan Nurkholisoh tidak memiliki program khusus secara mandiri karena keduanya adalah pembantu Presiden dan Menteri Keuangan.

Rekam Jejak Singkat Luky sejak 1995

Luky memulai pengabdian di Kemenkeu sejak 1995. Di Direktorat Jenderal Pajak, ia pernah menjabat Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, hingga Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama. Pada 2011 ia ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kebijakan APBN sebelum dipercaya memimpin Pusat Kebijakan Ekonomi Makro di Badan Kebijakan Fiskal.

Ia kemudian dipercaya sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan pada 2022 dan dilantik menjadi Direktur Jenderal Anggaran pada 23 Mei 2025.

Di luar struktur kementerian, Luky juga tercatat menjabat sebagai Dewan Komisioner ex-officio di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Rangkaian pengalaman itu menjadi bekal ketika ia kembali ke Kemenkeu pada Oktober 2026.

Pelantikan dua wamenkeu baru ini mengubah komposisi pimpinan Kemenkeu menjelang akhir tahun anggaran. Pembagian tugas masing-masing wamenkeu pun menjadi hal berikutnya yang akan dirumuskan bersama Menteri Keuangan.