Bentrok mahasiswa warga Makassar pecah di pertigaan Jalan AP Pettarani-Jalan Pendidikan pada Jumat malam. Polisi turun tangan meredam kericuhan usai aksi saling lempar batu.
Bentrok mahasiswa warga Makassar terjadi di pertigaan Jalan AP Pettarani-Jalan Pendidikan, Kecamatan Rappocini, Jumat (4/9/2026) malam. Kericuhan pecah sekitar pukul 18.35 Wita.
Sebelumnya, puluhan mahasiswa berpakaian serba hitam menggelar aksi di depan Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Aksi tersebut berjalan kondusif hingga pukul 18.03 Wita.
Pemicu Ketegangan di Jalan Pendidikan
Selesai berorasi, massa berkumpul di ujung Jalan Pendidikan, tepat di pertigaan Jalan AP Pettarani. Mereka lalu membakar ban dan memblokade badan jalan.
Pemblokiran ini kemudian memicu ketegangan dengan sekelompok warga. Sejumlah pengendara yang melintas pun memilih berhati-hati saat kondisi memanas.
Kabag Ops Polrestabes Makassar Kompol Eddy Sumantri menjelaskan asal mula gesekan tersebut. Menurutnya, warga merasa terganggu akibat aksi yang menghambat perjalanan.
“Kegiatan hari ini sebenarnya pada pukul 15.30 itu kondusif. Hanya karena masyarakat merasa terganggu dalam perjalanan, sehingga masyarakat mendorong mahasiswa untuk masuk ke kampus,” ujar Eddy.
Aksi Saling Lempar Batu Pecah
Tak lama berselang, aksi saling lempar terjadi di ruas Jalan AP Pettarani. Situasi jalan pun sempat mencekam bagi pengguna jalan yang melintas.
Aparat Samapta Polrestabes Makassar bergerak cepat ke lokasi kejadian. Tim Jatanras Polrestabes Makassar turut dikerahkan untuk membantu peredaman.
Polisi kemudian berupaya membubarkan massa dan mendorong mereka kembali masuk ke area kampus UNM. Namun, upaya ini sempat mendapat perlawanan dari sebagian massa aksi.
Massa masih melemparkan batu ke arah petugas di lapangan. Meski begitu, aparat terus berupaya mengendalikan situasi hingga kondisi berangsur mereda.
Blokade Jalan Berulang
Eddy mengungkapkan, pemblokiran jalan sempat terjadi lebih dari satu kali di lokasi berbeda. Ia menyebut petugas sudah membubarkan massa lebih dulu di satu titik.
“Tadi mereka blokade jalan, namun demikian tidak begitu lama, kami bubarkan mereka, mendorong mereka tapi di seberang jalan lagi satu (Jl Pendidikan) mereka melakukan pembakaran ban lagi,” katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi kericuhan. Kepolisian, lanjutnya, terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
