Sinar Jiwa – Campak menjadi perhatian serius di Aceh setelah pemerintah daerah menyiapkan program imunisasi khusus bagi tenaga kesehatan di seluruh rumah sakit umum daerah.
Dinas Kesehatan Aceh menyebut program ini akan mulai diluncurkan dalam waktu dekat sebagai langkah pencegahan terhadap meningkatnya kasus campak, termasuk yang terjadi pada kelompok usia dewasa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh, Iman Murahman, mengatakan pelaksanaan imunisasi dijadwalkan dimulai di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.
“Insya Allah kita laksanakan peluncuran imunisasi campak untuk tenaga kesehatan pekan depan,” ujarnya.
Imunisasi Campak Menyasar Tenaga Medis
Program imunisasi ini tidak hanya menyasar tenaga kesehatan tetap, tetapi juga dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani masa internship di rumah sakit daerah.
Dalam praktiknya, seluruh tenaga medis di lingkungan rumah sakit menjadi target utama untuk memperkuat perlindungan terhadap penularan campak.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya jumlah kasus campak di Indonesia, termasuk di Aceh.
Kasus Campak Dorong Kebijakan Imunisasi
Secara nasional, kasus campak dilaporkan mencapai sekitar 1.000 hingga 2.000 kasus setiap bulan. Dari jumlah tersebut, sekitar delapan persen terjadi pada orang dewasa.
Yang jadi sorotan, kasus campak juga pernah terjadi pada tenaga medis, termasuk seorang dokter internship yang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
Dalam konteks ini, tenaga kesehatan dinilai sebagai kelompok yang memiliki risiko tinggi karena intensitas kontak dengan pasien.
“Jadi, salah satu dasarnya itu, sehingga dilakukan imunisasi pada tenaga medis dan juga tenaga kesehatan,” kata Iman.
Pelaksanaan Serentak di 14 Provinsi
Program imunisasi campak untuk tenaga kesehatan tidak hanya dilakukan di Aceh. Sebanyak 14 provinsi di Indonesia yang mencatat kasus tinggi juga menjalankan program serupa.
Beberapa provinsi tersebut antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Dalam perkembangan selanjutnya, Dinkes Aceh telah berkoordinasi dengan rumah sakit di seluruh kabupaten/kota untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program ini.
Di sisi lain, pelaksanaan imunisasi ini diharapkan mampu menekan penyebaran campak di lingkungan fasilitas kesehatan yang menjadi titik interaksi utama pasien dan tenaga medis.
“Mudah-mudahan pelaksanaan imunisasi campak untuk tenaga medis dapat berjalan dengan baik di seluruh Aceh,” ujarnya.
