Video viral memperlihatkan sekelompok pria berjoget dan diduga mengonsumsi narkoba di sebuah ruangan yang diklaim berada di Rutan Depok. Pihak rutan langsung membuka penyelidikan dan memeriksa puluhan penghuni serta petugas terkait.
Video itu beredar luas di media sosial sejak akhir pekan ini. Dalam rekaman tersebut, sejumlah pria tampak berada di dalam sebuah ruangan sambil berjoget diiringi musik yang kencang.
Salah satu pria dalam video terlihat memegang botol yang diduga digunakan sebagai alat pengisap sabu atau bong. Narasi video menyebut lokasi kejadian berada di lembaga pemasyarakatan wilayah Depok.
Rutan Depok Buka Penyelidikan Pesta Narkoba
Karutan Depok Ario Galih Maduseno membenarkan peristiwa itu terjadi di lingkungan Rutan Depok. Ia menyebut penyelidikan internal kini tengah berjalan untuk mengusut kebenaran video tersebut.
"Kalau kita pemeriksaan di kamar itu ada kurang lebih 22 warga binaan dan yang kami dalami lagi ada sekitar 3 sampai 4 orang," kata Ario, Minggu (4/10).
Sebanyak 22 narapidana turut diperiksa dalam kasus pesta narkoba Rutan Depok ini. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap peran masing-masing penghuni kamar secara menyeluruh.
Dua Petugas Rutan Depok Ikut Diperiksa
Selain narapidana, dua petugas Rutan Depok juga menjalani pemeriksaan. Keduanya diduga mengetahui atau bahkan terlibat dalam peristiwa yang terekam video tersebut.
"Untuk sementara ini 2 orang (diperiksa)," tutur Ario kepada wartawan.
Ario memastikan kedua petugas tersebut merupakan pegawai resmi di lingkungan Rutan Depok. "Jelas petugas kami, pegawai Rutan Depok. Posisinya ada di jajaran satuan pengamanan dan staf di bimbingan kerja," tambahnya.
Dilaporkan ke Polisi dan Ditjenpas
Pihak rutan telah melaporkan kejadian ini kepada kepolisian serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Langkah tersebut diambil demi mendapat arahan penanganan yang tepat.
"Langkah-langkah penanganan sudah secara tepat kami lakukan. Termasuk langkah pelaporan ke pihak kepolisian terkait dugaan adanya petugas membantu memfasilitasi pelanggaran seperti yang dilaporkan atau yang ramai beredar," jelas Ario.
Pemeriksaan lanjutan akan melibatkan tim gabungan dari Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Ditjenpas pusat, dan internal Rutan Depok. Tim ini bertugas mengurai fakta secara menyeluruh di lapangan.
Ario berjanji proses pengusutan kasus pesta narkoba Rutan Depok akan berjalan transparan. Siapa pun yang terbukti terlibat akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini menambah daftar persoalan pengawasan di lembaga pemasyarakatan Depok. Warga berharap pihak berwenang segera mengusut tuntas peristiwa yang mencoreng citra rutan tersebut.