sinar jiwa - maskapai garuda tujuan bengkulu berhenti operasisinar jiwa - maskapai garuda tujuan bengkulu berhenti operasi

Sinar Jiwa – Garuda Bengkulu berhenti setelah manajemen maskapai nasional itu menetapkan penghentian operasional penerbangan dari dan menuju Bengkulu mulai akhir Maret 2026, berdasarkan evaluasi bisnis dan tingkat keterisian penumpang.

Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan menilai rute Bengkulu belum mampu memenuhi target okupansi yang ditetapkan. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kerugian berkelanjutan jika tetap dipertahankan.

Evaluasi Bisnis Jadi Penentu Utama

Manajemen Garuda Indonesia menegaskan bahwa penghentian layanan dilakukan melalui proses evaluasi menyeluruh terhadap kinerja operasional. Salah satu indikator utama yang menjadi perhatian adalah tingkat keterisian penumpang pada rute Bengkulu.

Direktur Teknik Garuda Indonesia, Mukhtaris, menjelaskan bahwa rendahnya jumlah penumpang menjadi faktor dominan dalam keputusan tersebut. Ia menyebut, kondisi ini membuat rute Bengkulu belum mencapai titik optimal secara bisnis.

Salah satu alasannya adalah tingkat keterisian penumpang pada rute Bengkulu yang masih rendah sehingga berpotensi menimbulkan kerugian berkelanjutan bagi perusahaan,” katanya.

Di sisi lain, General Manager Garuda Indonesia Perwakilan Bengkulu, Boby Pratama, menyampaikan bahwa tingkat okupansi pada rute Bengkulu–Jakarta berada di kisaran 80 persen. Namun angka tersebut belum memenuhi standar internal perusahaan.

Menurutnya, target okupansi yang ditetapkan menjadi acuan penting dalam menjaga keberlanjutan operasional. Ketika angka tersebut tidak tercapai secara konsisten, maka evaluasi akan mengarah pada efisiensi.

Tanggal Penghentian dan Dampaknya

Penghentian operasional penerbangan Garuda Indonesia di Bengkulu dijadwalkan mulai 28 Maret 2026. Meski begitu, sempat beredar informasi lain yang menyebutkan tanggal berbeda, yakni 23 Maret 2026.

Dalam praktiknya, keputusan final tetap mengacu pada hasil evaluasi perusahaan yang telah ditetapkan secara internal. Artinya, operasional rute tersebut tidak lagi dilanjutkan setelah tanggal yang ditentukan.

Dampaknya langsung terasa pada konektivitas penerbangan di wilayah Bengkulu. Garuda Indonesia selama ini menjadi salah satu maskapai yang melayani mobilitas penumpang dari dan menuju daerah tersebut.

Namun pada saat yang sama, layanan penerbangan tidak sepenuhnya berhenti. Maskapai anak perusahaan Garuda, Citilink, masih tetap melayani rute Bengkulu sebagai bagian dari jaringan operasional grup.

Lobi Pemerintah Tak Ubah Keputusan

Sebelum keputusan ini berlaku, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan layanan penerbangan tersebut. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bahkan mendatangi langsung kantor pusat Garuda Indonesia.

Pertemuan itu berlangsung di Garuda Sentra Operasi (GSO) Tangerang, Banten, dengan tujuan membahas keberlanjutan rute Bengkulu. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan pentingnya konektivitas bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Meski begitu, hasil pertemuan tersebut belum mampu mengubah keputusan yang telah diambil perusahaan. Evaluasi berbasis bisnis tetap menjadi dasar utama dalam penetapan kebijakan operasional.

Pihak Garuda sudah mempertimbangkan sisi bisnis secara menyeluruh,” ujar Boby Pratama.

Di sisi lain, manajemen Garuda Indonesia tetap membuka ruang evaluasi ke depan. Keputusan yang diambil saat ini masih memungkinkan untuk ditinjau kembali, bergantung pada perkembangan permintaan pasar dan tingkat penumpang di masa mendatang.