gubernur Universitas Republik IndonesiaGubernur Universitas Republik Indonesia Donny Ermawan resmi dilantik Presiden Prabowo. URI disiapkan sebagai lembaga pendidikan

Gubernur Universitas Republik Indonesia resmi dijabat Donny Ermawan Taufanto setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto. Lembaga ini disiapkan untuk mencetak calon pemimpin bangsa melalui model pendidikan kepemimpinan yang diadopsi dari sejumlah negara.

Gubernur Universitas Republik Indonesia resmi dijabat Donny Ermawan Taufanto setelah Presiden Prabowo Subianto melantik dirinya bersama Yos Sunitoyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia di Istana Kepresidenan, Rabu (22/7). Pelantikan tersebut mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 80/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.

Dalam prosesi pelantikan, Presiden Prabowo membacakan keputusan pengangkatan sebelum mengambil sumpah jabatan kedua pejabat tersebut. Donny dan Yos kemudian mengucapkan sumpah untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi etika jabatan.

Universitas Republik Indonesia Disiapkan sebagai Sekolah Kepemimpinan Nasional

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan Universitas Republik Indonesia telah dipersiapkan sejak lama sebagai lembaga pendidikan yang berfokus mencetak calon pemimpin nasional. Menurutnya, konsep tersebut mengadopsi model pendidikan kepemimpinan yang telah diterapkan di sejumlah negara.

“Jadi, belajar kayak beberapa negara itu punya lembaga-lembaga pendidikan yang emang khusus itu mempersiapkan calon-calon pemimpin,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Selain itu, Prasetyo mencontohkan Prancis yang memiliki École nationale d’administration (ENA), yang kini berubah menjadi Institut National du Service Public (INSP). Lembaga tersebut menjadi tempat pendidikan bagi calon pejabat pemerintahan sebelum menduduki posisi strategis.

Menurutnya, banyak pejabat pemerintahan, pejabat badan usaha milik negara, hingga kepala daerah di negara tersebut pernah mengikuti pendidikan pada lembaga tersebut. Model serupa diharapkan dapat diterapkan melalui Universitas Republik Indonesia.

Lebih jauh, pemerintah menargetkan lembaga ini mampu membekali para calon pemimpin dengan kemampuan teknis sekaligus wawasan kebangsaan. Dalam konteks tersebut, penguatan nilai kebangsaan dinilai penting karena pejabat negara menjalankan amanah untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

Prasetyo menegaskan pengembangan kemampuan teknis harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter kepemimpinan. Dengan demikian, lulusan Universitas Republik Indonesia diharapkan memiliki kompetensi yang mendukung pelaksanaan tugas di berbagai jabatan strategis pemerintahan.