laba Pupuk Indonesia 2026, sinar jiwaLaba Pupuk Indonesia 2026 mencapai Rp8,23 triliun. Pendapatan tumbuh 50,5 persen, didorong penggantian subsidi pemerintah dan penjualan.

Pupuk Indonesia mencatat laba bersih Rp8,23 triliun pada semester I 2026. Pendapatan perusahaan tumbuh 50,5 persen, sementara penggantian biaya subsidi pemerintah melonjak lebih dari dua kali lipat.

Pupuk Indonesia mencatat perubahan besar pada kinerja semester I 2026. Laba bersih perusahaan mencapai Rp8,23 triliun hingga periode tersebut.

Data keterbukaan informasi menunjukkan laba itu meningkat 250,2 persen secara tahunan. Angka tersebut menjadi sorotan setelah Prabowo membahas kinerja BUMN pangan dalam Sidang Tahunan MPR.

Sementara itu, Presiden Prabowo menyebut keuntungan Pupuk Indonesia meningkat 252,8 persen. Ia menghubungkan kinerja tersebut dengan kebijakan pangan dan peningkatan produksi pertanian.

Pupuk Indonesia Dapat Dorongan dari Subsidi Pemerintah

Pendapatan Pupuk Indonesia mencapai Rp59,66 triliun pada semester I 2026. Nilai tersebut tumbuh sekitar 50,5 persen dibandingkan Rp39,64 triliun pada semester I 2025.

Yang jadi sorotan ialah penggantian biaya subsidi dari pemerintah. Pos pendapatan tersebut meningkat dari Rp16,39 triliun menjadi Rp34,08 triliun.

Dengan demikian, nilai penggantian biaya subsidi tumbuh sekitar 107,9 persen secara tahunan. Kenaikan itu menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Penjualan Produk Tetap Tumbuh

Di sisi lain, pendapatan dari penjualan produk juga mengalami pertumbuhan. Nilainya naik dari Rp21,95 triliun menjadi Rp24,13 triliun.

Secara tahunan, penjualan produk tumbuh sekitar 9,9 persen. Pertumbuhan tersebut ikut menopang kinerja pendapatan Pupuk Indonesia sepanjang semester pertama 2026.

Dalam konteks kebijakan pangan, pemerintah sebelumnya memangkas harga pupuk hingga 20 persen. Prabowo menyebut langkah itu sebagai yang pertama dalam sejarah Indonesia.

Selain menurunkan harga, pemerintah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk. Akibatnya, petani dapat mengakses pupuk bersubsidi dengan lebih mudah.

Menurut Prabowo, ketersediaan pupuk yang melimpah mendorong petani meningkatkan aktivitas penanaman. Pemerintah kemudian mengaitkan peningkatan produksi dengan percepatan swasembada pangan.

Tak hanya itu, Prabowo menyatakan ketahanan pangan Indonesia tetap kuat menghadapi fenomena El Nino. Ia menyebut kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman.

Namun, angka kinerja perusahaan menunjukkan sumber pertumbuhan tidak hanya berasal dari penjualan produk. Penggantian biaya subsidi pemerintah menjadi komponen penting dalam peningkatan pendapatan semester I 2026.

Faktanya, pos subsidi tersebut mencapai Rp34,08 triliun. Nilainya bahkan lebih besar dibandingkan pendapatan penjualan produk yang mencapai Rp24,13 triliun.