Jakarta Bhayangkara Presisi Juara AVC 2026, Lolos ke Piala Dunia Antarklub

Jakarta Bhayangkara Presisi Champions

Sinar Jiwa – Jakarta Bhayangkara Presisi mencatat sejarah baru untuk bola voli Indonesia setelah keluar sebagai juara AVC Men’s Volleyball Champions League 2026. Kepastian itu didapat usai menumbangkan klub asal Iran, Foolad Sirjan Iranian, dengan skor 3-1 pada final yang berlangsung di Gymnasium Terpadu Pontianak, Minggu (17/5/2026) malam.

Kemenangan tersebut sekaligus memastikan Jakarta Bhayangkara Presisi melangkah ke ajang FIVB Volleyball Men’s Club World Championship 2026 atau Piala Dunia Antarklub yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.

Laga final berlangsung ketat sejak awal pertandingan. Bhayangkara Presisi membuka pertandingan dengan kemenangan 25-20 pada set pertama. Namun, Foolad Sirjan Iranian mampu bangkit dan merebut set kedua lewat skor tipis 24-26.

Pada dua set berikutnya, pertandingan semakin panas. Bhayangkara Presisi akhirnya mampu mengunci kemenangan setelah merebut set ketiga dan keempat dengan skor identik 25-23.

Jakarta Bhayangkara Presisi Cetak Sejarah Bola Voli Indonesia

Gelar AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 menjadi pencapaian penting bagi Jakarta Bhayangkara Presisi. Klub tersebut menjadi wakil Indonesia yang berhasil menembus dominasi tim-tim kuat Asia di level klub.

Atmosfer pertandingan juga menjadi sorotan. Lebih dari 5.000 penonton memadati Gymnasium Terpadu Pontianak untuk memberikan dukungan langsung kepada Bhayangkara Presisi.

Di sisi lain, kemenangan itu memperlihatkan konsistensi permainan Bhayangkara Presisi sepanjang turnamen. Mereka mampu menjaga ritme permainan saat menghadapi tekanan dari wakil Iran yang beberapa kali menekan lewat rally panjang.

Ketahanan mental menjadi faktor penting dalam laga final tersebut. Bhayangkara Presisi tetap tenang ketika pertandingan memasuki poin-poin krusial pada set ketiga dan keempat.

Yang jadi sorotan, skuad Bhayangkara mampu menjaga efektivitas serangan saat kedudukan berlangsung ketat. Hal itu terlihat dari keberhasilan mereka memanfaatkan momentum di akhir set.

Performa Keita Noumory Jadi Pembeda di Final AVC 2026

Opposite hitter Bhayangkara Presisi, Keita Noumory, tampil sebagai pemain paling menonjol pada pertandingan final. Ia mencatatkan total 38 poin untuk membawa timnya meraih kemenangan penting.

Rincian poin tersebut berasal dari 31 attack points, enam service aces, dan satu block point. Produktivitas Keita menjadi ancaman utama bagi lini pertahanan Foolad Sirjan Iranian sepanjang pertandingan.

Tak hanya itu, kontribusi pemain lain juga membantu menjaga keseimbangan permainan Bhayangkara Presisi.

Kontribusi Farhan Halim dan Tine Urnaut Možič

Tine Urnaut Možič turut menyumbangkan 16 poin pada laga final. Sementara itu, pevoli nasional Farhan Halim menambah 11 poin untuk memperkuat serangan Bhayangkara Presisi.

Kolaborasi ketiga pemain tersebut membuat Bhayangkara Presisi mampu menjaga tekanan terhadap lawan sejak awal hingga akhir pertandingan.

Dalam praktiknya, variasi serangan dan servis agresif menjadi salah satu kunci kemenangan Bhayangkara Presisi di partai puncak AVC Men’s Volleyball Champions League 2026.

Keberhasilan ini langsung mendapat apresiasi dari Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia atau PP PBVSI.

Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian Bhayangkara Presisi yang dinilai membawa nama Indonesia di level Asia.

Pencapaian ini menjadi sejarah baru bagi bola voli Indonesia, dan kebanggaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan prestasi di level dunia,” ujar Imam Sudjarwo dalam pernyataan resminya, Senin (18/5/2026).