Kebutuhan air putih anak berbeda-beda sesuai usia, aktivitas, kondisi tubuh, hingga cuaca. Orang tua perlu memastikan anak punya kebiasaan minum teratur, terutama saat asyik bermain, agar terhindar dari dehidrasi.
Saat asyik bermain atau beraktivitas, anak sering lupa minum. Akibatnya, cairan tubuhnya tidak terpenuhi tanpa disadari. Kekurangan cairan dapat membuat anak lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, bahkan mengalami dehidrasi.
Mengapa Kebutuhan Air Putih Anak Perlu Dipenuhi
Tubuh anak membutuhkan cairan untuk berbagai fungsi, termasuk menjaga pergerakan usus tetap teratur. Cairan yang cukup membantu mencegah sembelit, infeksi saluran kemih, dan batu ginjal.
Air juga berperan menjaga suhu tubuh. Ketika anak beraktivitas atau berada di lingkungan panas, tubuh mengeluarkan keringat untuk menurunkan suhu. Jika asupan cairan tidak mencukupi, produksi keringat dapat berkurang sehingga tubuh lebih sulit mempertahankan suhu normal.
Panduan Kebutuhan Air Putih Anak per Usia
Dikutip dari Rady Children’s Health, terdapat panduan umum jumlah air putih harian anak berdasarkan usia. Angka tersebut tidak memasukkan susu, jus, atau minuman lain yang dikonsumsi anak.
Anak yang aktif bergerak, banyak berkeringat, atau berada dalam cuaca panas mungkin membutuhkan cairan lebih banyak dari panduan tersebut. Karena itu, orang tua perlu menyesuaikan jumlahnya dengan kondisi anak setiap hari.
Untuk anak yang lebih besar dan remaja, berat badan juga dapat menjadi pertimbangan. Sebagai contoh, anak dengan berat 125 pon atau sekitar 56 kilogram membutuhkan mendekati delapan gelas air berukuran 240 ml per hari.
Air Putih untuk Bayi di Bawah Usia 1 Tahun
Bayi di bawah usia 6 bulan umumnya belum membutuhkan air putih tambahan karena kebutuhan cairannya sudah terpenuhi melalui ASI atau susu formula.
Setelah memasuki usia 6 bulan, air putih dapat diperkenalkan dalam jumlah kecil sebagai tambahan. ASI atau susu formula tetap menjadi sumber utama cairan hingga sekitar usia 12 bulan.
Cara Membiasakan Anak Minum Air Putih
Orang tua dapat membiasakan anak minum secara teratur, misalnya dengan menyediakan botol minum yang mudah dijangkau dan mengingatkan anak minum di sela bermain, sebelum dan sesudah berolahraga, serta saat cuaca terik.
Perhatikan juga tanda anak kurang cairan, seperti tampak lebih lelah, sulit fokus, atau jarang buang air kecil. Bila anak mengalami diare, demam tinggi, atau muntah berulang, kebutuhan cairannya bisa meningkat dan sebaiknya dikonsultasikan ke tenaga kesehatan.
Dengan mengetahui kebutuhan air putih anak, orang tua dapat memastikan tubuh buah hati terhidrasi dengan baik sekaligus mendukung aktivitas hariannya.
