LPJ PBNU Gus Yahya, sinar jiwaLPJ PBNU Gus Yahya hampir 1.000 halaman membahas capaian lima tahun kepemimpinan. Dokumen akan masuk rapat pleno Muktamar NU.

LPJ PBNU Gus Yahya hampir 1.000 halaman akan masuk rapat pleno Muktamar ke-35 NU dengan materi capaian program selama lima tahun.

LPJ PBNU Gus Yahya akan menjadi bagian dari agenda Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang.

Dokumen tersebut merangkum kegiatan dan capaian selama lima tahun Yahya Cholil Staquf memimpin PBNU.

Gus Yahya mengatakan LPJ itu telah selesai disiapkan dan memiliki ketebalan hampir 1.000 halaman.

LPJ PBNU Gus Yahya Bahas Program Organisasi

Dalam dokumen tersebut, Gus Yahya memaparkan berbagai program yang telah terlaksana selama masa kepemimpinannya.

Ia mengatakan LPJ juga menggambarkan sejumlah pembaruan dalam pengelolaan organisasi.

Yang menarik, Gus Yahya menyebut para muktamirin telah merasakan manfaat dari sejumlah program tersebut.

Sehingga saya kira para muktamirin di LPJ juga merasakan apa Mereka sudah menikmati hal-hal baru yang kita rintis yang meningkatkan kinerja, mempermudah manajemen organisasi, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, LPJ tidak hanya memuat daftar kegiatan. Dokumen itu juga menjabarkan capaian program selama lima tahun.

Gus Yahya Bicara Peluang LPJ Diterima

Setelah menyiapkan dokumen, Gus Yahya menyatakan keyakinannya terhadap penerimaan LPJ dalam forum Muktamar.

Ia menilai tidak terdapat alasan untuk menolak laporan tersebut.

Saya kira tidak ada alasan untuk menolak ya, dari sisi apa pun juga enggak ada. Kita lihat nanti,” kata Gus Yahya.

Namun, muktamirin tetap menjadi pihak yang menentukan nasib laporan pertanggungjawaban tersebut.

Muktamar Juga Menentukan Kepemimpinan PBNU

Sementara itu, Muktamar ke-35 NU tidak hanya membahas LPJ kepengurusan periode sebelumnya.

Forum yang berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 itu juga menentukan kepengurusan PBNU periode 2026-2030.

Gus Yahya sebelumnya telah mendeklarasikan diri untuk kembali maju sebagai calon ketua umum PBNU.

Selain agenda organisasi, Muktamar membahas berbagai hukum Islam kontemporer di tengah warga Nahdliyyin.

Di sisi lain, Gus Yahya juga menyatakan keyakinannya bahwa kader NU mampu menjaga integritas dari intervensi pihak luar.

Ia menyebut PW dan PC NU memiliki integritas tinggi serta tidak mudah terpengaruh kepentingan pragmatis.