serangan drone Rusia, sinar jiwaSerangan drone Rusia menghantam markas SBU di Kyiv dan melukai sembilan orang. Zelenskyy menyiapkan respons terhadap serangan tersebut.

Serangan drone Rusia menghantam gedung pusat SBU di Jalan Volodymyrska, Kyiv, Jumat sore, hingga memicu kepulan asap hitam di pusat kota.

Serangan drone Rusia menyasar kantor pusat badan intelijen Ukraina, SBU, di jantung Kota Kyiv, Jumat (4/9/2026) sore waktu setempat.

Ledakan terdengar hingga beberapa blok dari lokasi. Asap hitam kemudian membubung dari area gedung yang berada di dekat Katedral St. Sophia.

Sementara itu, otoritas Kyiv langsung mengamankan kawasan sekitar markas SBU. Jalan di sekitar lokasi dipasangi kord​​on dan sejumlah petugas bersenjata berjaga.

Serangan Drone Rusia Lukai Sembilan Orang

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan sedikitnya sembilan orang terluka akibat serangan tersebut.

Selain itu, sejumlah ambulans dan kendaraan layanan darurat tiba di sekitar lokasi. Petugas menangani situasi setelah drone menghantam gedung pusat SBU.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi serangan itu melalui unggahan di X pada Jumat malam.

Menurutnya, drone Rusia menyerang gedung pusat SBU di Jalan Volodymyrska. Lokasi tersebut berada tepat di seberang Katedral St. Sophia.

Zelenskyy juga mengatakan seluruh layanan darurat berada di lokasi. Pemerintah Ukraina akan memberikan bantuan kepada pihak yang terdampak.

Drone Mengarah ke Kantor Kepala SBU

Menurut Zelenskyy, drone tersebut mengarah langsung ke kantor Kepala SBU Oleksandr Poklad di dalam gedung.

Karena itu, Zelenskyy telah menginstruksikan Poklad menyiapkan respons terhadap Rusia. Ia meminta respons tersebut memiliki dampak nyata dan, jika memungkinkan, bersifat serupa.

Militer Ukraina, kata Zelenskyy, akan mendukung respons tersebut setelah seluruh persiapan selesai.

Yang patut dicatat, serangan terjadi saat Kyiv menghadapi gelombang serangan udara Rusia selama lebih dari sepekan.

Serangan Terjadi di Pusat Kota Kyiv

Serangan terhadap gedung pemerintah di pusat Kyiv tergolong jarang, terlebih ketika berlangsung pada siang hari.

Di lapangan, kawasan sekitar markas SBU memiliki nilai penting karena berdekatan dengan Katedral St. Sophia. Situs tersebut masuk daftar warisan dunia UNESCO.

Sementara itu, Ukraina juga menghadapi keterbatasan rudal pencegat Patriot buatan Amerika Serikat untuk menghadapi ancaman udara.

Rusia dalam sejumlah serangan terbaru menggunakan drone bertenaga jet. Drone model baru tersebut dapat mencapai kecepatan sekitar 250 mil per jam.

Akibatnya, sistem pertahanan udara Ukraina menghadapi tantangan lebih besar untuk mencegat serangan yang masuk.

SBU sendiri memegang peran penting dalam operasi Ukraina menghadapi Rusia. Lembaga tersebut antara lain mengoordinasikan operasi kompleks, termasuk Operasi Spiderweb pada tahun sebelumnya.

Operasi tersebut menghancurkan sejumlah pesawat Rusia yang nilainya mencapai miliaran pound di wilayah Rusia.

Namun, serangan terbaru ke markas pusat SBU menunjukkan bahwa pusat pemerintahan Kyiv kembali menjadi sasaran langsung serangan udara Rusia.