sinarjiwa.id – Penonton Agak Laen 2 resmi mencetak sejarah baru di bioskop Indonesia setelah menembus lebih dari 10,98 juta tiket. Angka tersebut menjadikan film komedi investigasi “Agak Laen: Menyala Pantiku!” sebagai film terlaris sepanjang masa di Indonesia, sekaligus menggeser dominasi film blockbuster Hollywood yang sebelumnya bertahan selama bertahun-tahun.
Data dari laman pencatat box office independen Cinepoint menunjukkan film ini telah mengumpulkan lebih dari 10.980.000 penonton sejak tayang perdana pada 27 November 2025. Pencapaian itu membuat film produksi Imajinari ini melampaui catatan “Avengers: Endgame” yang sejak 2019 memegang rekor dengan 10.976.338 penonton.
Perubahan posisi tersebut menjadi salah satu momen penting dalam sejarah perfilman nasional. Untuk pertama kalinya dalam era modern box office Indonesia, film produksi lokal berhasil menumbangkan rekor penonton yang sebelumnya dipegang oleh film global.
Rekor Baru yang Mengubah Peta Box Office
Penonton Agak Laen 2 terus bertambah bahkan setelah lebih dari tiga bulan masa penayangan. Film ini tercatat telah diputar dalam lebih dari 170 ribu jadwal pemutaran di jaringan bioskop nasional.
Secara rata-rata, film tersebut masih mampu menarik ratusan penonton setiap hari sejak penayangan awal. Artinya, antusiasme penonton tidak mereda meskipun film sudah beredar selama lebih dari seratus hari.
Yang menarik, capaian ini datang setelah sebelumnya pasar bioskop Indonesia didominasi film impor. Rekor penonton yang bertahan hampir tujuh tahun akhirnya runtuh oleh karya yang dibangun dari humor lokal dan kedekatan cerita dengan kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, keberhasilan ini juga melampaui capaian film Indonesia sebelumnya. “KKN di Desa Penari” yang pernah menguasai box office nasional dengan 10.061.033 penonton kini berada di bawah pencapaian film terbaru tersebut.
Cerita Empat Komika yang Membawa Penonton ke Bioskop
Film “Agak Laen: Menyala Pantiku!” menghadirkan kembali empat komika yang sudah dikenal publik, yakni Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga. Dalam cerita terbaru ini, mereka tampil sebagai detektif yang kerap gagal menjalankan tugasnya.
Misi Penyamaran di Panti Jompo
Kisah film berpusat pada misi penyamaran yang mereka jalankan di sebuah panti jompo misterius. Keempat tokoh tersebut mendapat tugas memburu seorang buronan kasus pembunuhan yang diduga bersembunyi di antara para penghuni lansia.
Situasi penyamaran itu kemudian memicu berbagai peristiwa tak terduga. Kekacauan demi kekacauan muncul, menghadirkan komedi situasi yang absurd sekaligus menggerakkan alur penyelidikan.
Film berdurasi sekitar 110 menit ini juga melibatkan sejumlah aktor lain seperti Ariyo Wahab, Priska Baru Segu, Boah Sartika, Chew Kin Wah, Jajang C. Noer, Jarwo Kwat, Egi Fedly, dan Tissa Biani.
Di waktu bersamaan, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari popularitas para pemain yang sebelumnya dikenal melalui podcast dan panggung komedi. Basis penggemar yang sudah terbentuk sejak lama ikut mendorong lonjakan jumlah penonton di bioskop.
Tak hanya itu, film pertama “Agak Laen” juga telah lebih dulu mencatat keberhasilan besar dengan meraih lebih dari 9,1 juta penonton pada 2024. Keberhasilan tersebut menjadi fondasi kuat bagi kelanjutan cerita dalam film kedua.
Dengan angka penonton yang masih bergerak, posisi film ini di puncak daftar box office Indonesia masih terus bertahan di jaringan bioskop nasional.
