Persib tanpa Bobotoh, sinar jiwaPersib tanpa Bobotoh saat melawan Manila Digger pada 31 Agustus 2026. AFC menolak banding dan mempertahankan dua laga tanpa penonton.

Persib tanpa Bobotoh saat menghadapi Manila Digger pada 31 Agustus 2026. Status itu menjadi kepastian setelah AFC menolak banding Persib dan mempertahankan seluruh sanksi.

Persib tanpa Bobotoh akan menghadapi Manila Digger pada laga play-off Liga Champions Asia 2, 31 Agustus 2026. Keputusan itu mengikuti penolakan banding oleh Komite Banding AFC.

Persib mengajukan keberatan setelah Komite Disiplin AFC menjatuhkan sanksi akibat pelanggaran pada pertandingan melawan Ratchaburi FC.

Kini, keputusan banding membuat hukuman tersebut tetap berjalan. Persib harus memainkan dua laga kandang tanpa penonton, termasuk pertandingan melawan Manila Digger.

Persib Tanpa Bobotoh di Laga Play-off

Dalam konteks pertandingan, absennya Bobotoh menjadi konsekuensi langsung dari keputusan AFC. Persib tetap berstatus tuan rumah, tetapi tribun stadion harus kosong.

Laga melawan Manila Digger rencananya berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Pertandingan tersebut masuk agenda play-off Liga Champions Asia 2 pada 31 Agustus 2026.

Sementara itu, Persib masih harus menjalani satu pertandingan kandang lainnya tanpa penonton. AFC tidak mengubah ketentuan tersebut setelah proses banding selesai.

Denda Naik Setelah Komite Banding AFC Menolak Keberatan

Di luar persoalan tribun, Persib juga menghadapi beban finansial. Klub sebelumnya mendapat denda 20 ribu dolar AS atau sekitar Rp3,5 miliar.

Selanjutnya, keputusan penolakan banding membawa tambahan denda 1.000 dolar AS. Nilainya sekitar Rp17 juta berdasarkan data yang tersedia.

Dengan kata lain, Persib menghadapi dua jenis konsekuensi sekaligus. Klub kehilangan dukungan suporter dan harus menanggung denda finansial.

Yang perlu digarisbawahi, keputusan terbaru mengacu pada hukuman Komite Disiplin AFC tertanggal 13 Mei 2026. Komite tersebut menyatakan Persib melanggar Pasal 35, 64, dan 65 Kode Disiplin AFC.

Menurut keputusan tersebut, persoalan bermula dari evaluasi pertandingan menghadapi Ratchaburi FC. AFC menilai Persib gagal mengendalikan perilaku suporter dan menemukan pelanggaran terkait keselamatan.

Manajemen Persib sebelumnya menilai hukuman itu terlalu berat. Karena itu, klub menempuh proses banding untuk meminta perubahan sanksi.

Namun, Komite Banding AFC menolak seluruh permohonan Persib pada 13 Agustus 2026. Akibatnya, seluruh hukuman tetap mengikat klub.

Dalam perkembangan berikutnya, fokus Persib kini tertuju pada pelaksanaan pertandingan yang terkena sanksi. Laga melawan Manila Digger menjadi salah satu pertandingan yang berlangsung tanpa Bobotoh.