Subsidi energi 2027 mencapai Rp272,94 triliun, sementara pemerintah mengkaji pembatasan Pertalite bagi warga Desil 10.
Subsidi energi 2027 mencapai Rp272,94 triliun dalam RAPBN 2027. Besarnya anggaran tersebut menjadi konteks pemerintah saat mengkaji pembatasan Pertalite untuk kelompok Desil 10.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pembatasan bagi Desil 10 berpotensi menghemat sekitar sepersepuluh alokasi APBN. Namun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah masih mengkaji skemanya.
Subsidi Energi 2027 Naik di Tengah Kajian Pertalite
Berdasarkan Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027, subsidi BBM Jenis BBM Tertentu dan LPG 3 kilogram mencapai Rp142,83 triliun.
Anggaran tersebut naik 22,2 persen dari outlook 2026 yang mencapai Rp116,84 triliun. Dengan kata lain, pemerintah menambah sekitar Rp25,99 triliun untuk pos tersebut.
Tak hanya itu, subsidi listrik juga meningkat. Pemerintah mengusulkan Rp130,10 triliun untuk subsidi listrik pada 2027.
Angka itu bertambah 17,8 persen dari outlook 2026 sebesar Rp110,41 triliun. Dampaknya, tambahan kebutuhan subsidi listrik mencapai sekitar Rp19,69 triliun.
Pembatasan Pertalite Belum Mengubah Aturan
Sementara itu, rencana pembatasan Pertalite belum mengubah akses masyarakat. Bahlil menegaskan masyarakat masih dapat membeli BBM tersebut dengan ketentuan yang berlaku sekarang.
Untuk kendaraan biasa, batas pembelian masih 50 liter per hari. Sedangkan bus dan truk tetap memiliki batas pembelian 200 liter per hari.
Menurut Bahlil, pemerintah masih menunggu hasil kajian sebelum mengambil keputusan. Jika kajian belum menghasilkan keputusan, mekanisme pembelian tetap berjalan seperti sekarang.
Desil 10 Jadi Fokus Ketepatan Subsidi
Di sisi lain, Purbaya telah menyampaikan arah kebijakan yang berbeda pada tahap berikutnya. Pemerintah akan mencoba membatasi BBM subsidi bagi warga Desil 10 dalam beberapa bulan ke depan.
Ia menilai langkah tersebut dapat meningkatkan ketepatan sasaran sekaligus menghasilkan penghematan sekitar 10 persen dari alokasi APBN.
Yang perlu dicermati, total subsidi BBM, LPG 3 kilogram, dan listrik mencapai Rp272,93 triliun. Nilai itu praktis sejalan dengan total subsidi energi Rp272,94 triliun.
Karena itu, kajian pembatasan Pertalite berlangsung ketika pemerintah menyiapkan anggaran subsidi energi dalam jumlah besar untuk 2027.
