motor listrik hemat BBMMotor listrik berpotensi menghemat 1,78 miliar liter BBM per tahun jika 5 juta unit beralih dari kendaraan konvensional.

Motor listrik dinilai dapat mengurangi konsumsi BBM hingga 1,78 miliar liter per tahun jika 5 juta sepeda motor beralih dari kendaraan konvensional.

Motor listrik menjadi sorotan AISMOLI di tengah rencana pemerintah menata penyaluran Pertalite. Asosiasi menilai elektrifikasi roda dua dapat mengurangi kebutuhan BBM.

Ketua Umum AISMOLI Budi Setiyadi menyampaikan pandangan tersebut pada Rabu, 12 Agustus 2026. Menurutnya, motor listrik dapat menjadi pilihan mobilitas masyarakat.

Motor Listrik Berpotensi Kurangi Konsumsi BBM

Berdasarkan data BPS 2025, Indonesia memiliki sekitar 139,45 juta sepeda motor. Jumlah tersebut membuka peluang penghematan energi jika sebagian kendaraan beralih ke listrik.

Selain itu, Kementerian ESDM pernah menghitung dampak penggunaan 900 ribu motor listrik. Peralihan tersebut berpotensi mengurangi konsumsi BBM sekitar 320 juta liter setiap tahun.

Dalam perhitungan yang sama, penghematan kompensasi Pertalite dapat mencapai Rp480 miliar per tahun. Pengguna juga berpotensi menghemat biaya BBM sekitar Rp2,68 juta per tahun.

Peralihan Jutaan Motor Mengubah Skala Penghematan

Secara faktual, AISMOLI menggunakan rasio tersebut untuk menggambarkan potensi penghematan lebih besar. Setiap satu juta motor listrik berpotensi mengurangi konsumsi BBM sekitar 356 juta liter per tahun.

Artinya, peralihan lima juta sepeda motor dapat mengurangi kebutuhan BBM sekitar 1,78 miliar liter setiap tahun. Sementara itu, sepuluh juta unit berpotensi mencapai 3,56 miliar liter.

Namun, angka tersebut merupakan ilustrasi berdasarkan rasio perhitungan Kementerian ESDM. Realisasinya tetap bergantung pada pola penggunaan kendaraan dan jenis BBM sebelumnya.

Di sisi lain, pemerintah sedang mengkaji pembatasan Pertalite bagi kelompok masyarakat mampu. Pembatasan tersebut mencakup kelompok desil 9 dan 10 dengan penerapan bertahap.

Karena itu, AISMOLI melihat elektrifikasi sebagai solusi struktural. Masyarakat dapat mengurangi ketergantungan pada BBM sekaligus menekan biaya mobilitas harian.

Lebih jauh, Budi menilai manfaat motor listrik tidak berhenti pada pemilik kendaraan. Negara juga berpeluang mengurangi konsumsi energi fosil dan kebutuhan kompensasi energi.

Yang perlu digarisbawahi, AISMOLI tidak hanya mendorong perpindahan kendaraan. Asosiasi juga menilai ekosistem harus mengikuti perkembangan adopsi tersebut.

Ekosistem itu mencakup kualitas produk, keselamatan, harga, suku cadang, layanan purnajual, pengisian baterai, penukaran baterai, serta perlindungan konsumen.