Keracunan MBG Lasem membuat 21 siswa mendapat penanganan medis di Puskesmas Lasem, dengan lima siswa harus menjalani rawat inap.
Keracunan MBG Lasem memicu penanganan medis terhadap sejumlah siswa SMAN 1 Lasem. Dari pendataan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, 21 siswa mendapat perawatan di Puskesmas Lasem.
Lima siswa harus menjalani rawat inap karena mengalami muntah dan diare berulang. Kondisi tersebut meningkatkan risiko dehidrasi sehingga membutuhkan pemantauan medis.
Sementara itu, 16 siswa lainnya mendapat layanan rawat jalan. Petugas menyesuaikan penanganan berdasarkan kondisi masing-masing korban.
Keracunan MBG Lasem Didominasi Gangguan Pencernaan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii mengatakan keluhan korban mayoritas berkaitan dengan gangguan pencernaan.
Gejala yang banyak muncul meliputi mual, muntah, dan diare. Namun, tidak seluruh korban membutuhkan perawatan di fasilitas kesehatan.
Korban dengan gejala ringan dapat menjalani pemulihan di rumah. Sebaliknya, warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut mendapat layanan medis terdekat.
Selain penanganan di Puskesmas Lasem, dua siswa mendapat layanan rawat jalan di Puskesmas Pancur.
Di sisi lain, satu siswa memperoleh penanganan dari dokter praktik mandiri di wilayah Lasem. Data tersebut menjadi bagian dari pendataan korban oleh Dinas Kesehatan Rembang.
Ratusan Warga Sekolah Mengalami Gejala
Secara faktual, kejadian tersebut berdampak pada 777 warga SMAN 1 Lasem. Jumlah itu mencakup 752 siswa serta 25 guru dan tenaga tata usaha.
Para warga sekolah mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis pada Rabu, 2 September 2026.
Menu MBG saat itu terdiri dari nasi, ayam bakar, lalapan, dan buah semangka. Dinas Kesehatan masih menyelidiki penyebab munculnya gejala tersebut.
Yang menarik, petugas menemukan kondisi ayam dengan tekstur yang kurang baik pada sebagian makanan.
Menurut Ali, temuan itu masih menjadi hipotesis awal. Karena itu, Dinas Kesehatan belum menetapkannya sebagai penyebab kejadian.
Sampel Makanan Menunggu Pemeriksaan Laboratorium
Selanjutnya, petugas mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan kimia dan bakteriologis. Dinkes Rembang akan mengirim sampel tersebut ke Labkes Provinsi.
Hasil pengujian nantinya menjadi dasar untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami warga SMAN 1 Lasem.
Dengan demikian, penanganan medis korban berjalan bersamaan dengan proses penyelidikan terhadap makanan yang mereka konsumsi.
