Prioritas wamenkeu Luky Alfirman terfokus pada tiga hal: menuntaskan APBN 2026, menyiapkan APBN 2027, dan konsolidasi internal Kemenkeu. Ia menyampaikannya usai kembali ke Kementerian Keuangan setelah melewati masa yang ia sebut hibernasi.
Prioritas Wamenkeu Luky dalam Tiga Bulan Tersisa
Dalam waktu dekat, Luky menargetkan tiga fokus utama bersama jajaran Kemenkeu. Yang pertama adalah menuntaskan pelaksanaan APBN 2026 yang tinggal tiga bulan. “Enggak kerasa sudah tanggal 1 Oktober, tinggal 3 bulan lagi,” ucapnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (1/10).
Fokus kedua adalah mempersiapkan pelaksanaan APBN 2027. Fokus ketiga berupa konsolidasi internal untuk terus mendorong reformasi dan transformasi di lingkungan Kemenkeu. Luky menegaskan ia dan Nurkholisoh tidak membawa program khusus yang berdiri sendiri, sebab posisi mereka adalah pembantu Presiden dan Menteri Keuangan.
Masa Hibernasi Luky Alfirman Setelah Dicopot
Luky dicopot dari kursi Direktur Jenderal Anggaran pada April 2026 oleh Menteri Keuangan saat itu, Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyebut periode setelahnya sebagai masa hibernasi. Kini, ia meminta dukungan para pegawai Kemenkeu untuk mengejar ketertinggalan.
Perasaan bercampur aduk juga ia sampaikan langsung kepada Menteri Keuangan Suahasil Nazara. “Excited, tapi juga ada kagetnya, berat yang pasti ya, Pak Menteri. Kemarin saya ada masa hibernasi, Pak Menteri,” kata Luky.
Latar Pendidikan dan Karier Panjang di Kemenkeu
Luky lahir di Bandung pada 27 Maret 1970 dan lulus Sarjana Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994. Ia lalu meraih gelar Master of Arts in Economics pada 2000 dan Ph.D in Economics pada 2004 dari University of Colorado, Boulder, Amerika Serikat.
Kariernya di Kemenkeu dimulai sejak 1995. Ia pernah mengisi sejumlah posisi di Direktorat Jenderal Pajak, menjadi Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan di Sekretariat Jenderal pada 2015, lalu Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara pada 2017. Pada tahun yang sama, ia juga diangkat sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.
Setelah itu, Luky mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan pada 2022 hingga dilantik sebagai Direktur Jenderal Anggaran pada 23 Mei 2025. Ia juga menjabat Dewan Komisioner ex-officio di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dengan tiga prioritas itu, Luky menegaskan perannya sebagai pendukung tugas Presiden dan Menteri Keuangan. Sisa waktu tiga bulan di tahun anggaran 2026 menjadi ujian pertama bagi kembalinya ia ke Kemenkeu. Luky sendiri berharap dukungan seluruh pegawai Kemenkeu agar target tersebut bisa dikejar dalam sisa waktu yang pendek.
