El Nino 2026 terkuat 150 tahunEl Nino 2026 terkuat 150 tahun diproyeksikan melampaui rekor sebelumnya. Simulasi 14 model iklim menunjukkan suhu Samudra Pasifik berpotensi mencapai level tertinggi.

El Nino 2026 diperkirakan menjadi yang terkuat dalam 150 tahun berdasarkan pemodelan terbaru. Ilmuwan menilai suhu permukaan laut di Samudra Pasifik berpotensi melampaui rekor sebelumnya, meski dampaknya masih dapat dipantau melalui sistem peringatan dini modern.

El Nino 2026 terkuat 150 tahun menjadi proyeksi terbaru yang disampaikan sejumlah ilmuwan iklim berdasarkan hasil simulasi musiman. Fenomena ini diperkirakan mencatat intensitas lebih tinggi dibandingkan Super El Nino yang terjadi pada 2015-2016.

Ilmuwan iklim dari Berkeley Earth, Zeke Hausfather, menganalisis hasil simulasi dari 14 model prakiraan musiman. Berdasarkan proyeksi tersebut, suhu permukaan laut di Samudra Pasifik berpotensi mencapai sekitar 3,6 derajat Celsius di atas rata-rata.

Angka itu sekitar 0,8 derajat Celsius lebih tinggi dibanding rekor Super El Nino sebelumnya. Menurut Hausfather, selisih antara El Nino terkuat dan peringkat kelima dalam 150 tahun terakhir hanya sekitar 0,5 derajat Celsius.

Sebagai gambaran, selisih suhu antara El Nino terkuat dan terkuat kelima dalam 150 tahun terakhir hanya sekitar 0,5°C,” ujar Hausfather.

Perbandingan dengan El Nino Bersejarah

Secara faktual, ilmuwan membandingkan proyeksi tersebut dengan El Nino periode 1876-1878 yang dikenal sebagai salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah.

Pada masa itu, sejumlah kawasan di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan mengalami kekeringan berkepanjangan yang memicu rangkaian bencana kelaparan besar atau Global Famine.

Meski demikian, penelitian yang terbit pada 2020 di Journal of Climate menunjukkan intensitas El Nino 1877-1878 secara statistik tidak berbeda jauh dengan kejadian besar pada 1982-1983, 1997-1998, dan 2015-2016.

Proyeksi Masih Terus Dipantau

Dalam praktiknya, para ilmuwan menegaskan bahwa El Nino berkembang secara bertahap selama beberapa bulan sehingga dapat dipantau sebelum mencapai puncaknya.

Selain itu, perkembangan teknologi memungkinkan pemantauan melalui satelit, jaringan observasi laut, model iklim, serta prakiraan musiman yang jauh lebih akurat dibanding akhir abad ke-19.

Karena itu, meski proyeksi menunjukkan El Nino 2026 berpotensi sangat kuat, ilmuwan masih terus memantau perkembangan fenomena tersebut sebelum menarik kesimpulan mengenai intensitas akhirnya.