Dampak El Nino 2026 menjadi perhatian setelah ilmuwan memprediksi fenomena ini berpotensi sangat kuat. Meski demikian, para peneliti menilai kondisi saat ini berbeda dengan bencana kelaparan pada akhir abad ke-19 karena sistem pemantauan dan mitigasi telah berkembang.
Dampak El Nino 2026 kini menjadi fokus para ilmuwan setelah proyeksi terbaru menunjukkan fenomena tersebut berpotensi mencapai intensitas yang sangat tinggi. Namun, para peneliti mengingatkan bahwa kekuatan El Nino tidak otomatis memicu bencana sebesar yang pernah terjadi pada abad ke-19.
Emily Becker dari Institute for Marine and Atmospheric Studies di University of Miami menjelaskan bahwa El Nino memang dapat memicu banjir maupun kekeringan di berbagai wilayah dunia.
Meski begitu, fenomena ini memiliki karakteristik yang dapat dipantau sejak jauh hari sehingga pemerintah dan berbagai pihak memiliki waktu untuk menyiapkan langkah antisipasi.
“Para ilmuwan sudah mengetahui jauh-jauh hari bahwa El Niño akan datang,” ujar Emily Becker.
Sistem Peringatan Dini Jadi Pembeda
Yang menjadi sorotan, dunia kini memiliki teknologi pemantauan yang jauh lebih maju dibandingkan saat El Nino besar terjadi pada 1877-1878.
Satelit, jaringan pemantauan laut, model iklim, hingga prakiraan musiman memungkinkan perkembangan El Nino dipantau secara berkelanjutan. Karena itu, risiko dapat diantisipasi lebih awal dibanding masa lalu.
Selain itu, sistem pangan, praktik pertanian, dan mekanisme tanggap darurat juga telah mengalami banyak perubahan dibanding akhir abad ke-19.
Global Famine Dipicu Banyak Faktor
Secara faktual, ilmuwan menegaskan bahwa El Nino bukan satu-satunya penyebab Global Famine yang menewaskan lebih dari 50 juta orang pada periode 1870-an.
Studi tahun 2018 menyebut bencana tersebut muncul akibat kombinasi El Nino yang kuat, Indian Ocean Dipole berintensitas tinggi, suhu Samudra Atlantik Utara yang lebih hangat, serta berbagai faktor politik, ekonomi, kebijakan kolonial, hingga kegagalan sistem pangan dan air.
Tantangan Tetap Perlu Diantisipasi
Walaupun skenario bencana serupa dinilai kecil kemungkinannya terulang dengan pola yang sama, para pakar tetap mengingatkan adanya tantangan yang perlu diwaspadai.
Perubahan pola curah hujan, gelombang panas ekstrem, tekanan terhadap sektor pertanian, serta ketersediaan air menjadi sejumlah dampak yang berpotensi muncul seiring berkembangnya El Nino 2026 di berbagai kawasan dunia.
