Sinar Jiwa – Jakarta Pertamina Enduro membuka peluang besar merebut gelar setelah menang 3-1 atas Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia pada leg pertama grand final. Hasil itu membuat JPE Proliga 2026 hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan trofi musim ini.
Pertandingan di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat sore, dimulai dengan tekanan dari Gresik. Tim lawan tampil rapi sejak awal dan mampu menjaga keunggulan hingga menutup set pertama 25-19.
Namun pada set berikutnya, arah laga berubah. Jakarta Pertamina Enduro meningkatkan intensitas serangan dan mulai menemukan ritme permainan. Kebangkitan itu menjadi modal penting menuju perebutan gelar.
JPE Proliga 2026 Tinggal Satu Langkah
Kemenangan leg pertama menempatkan Jakarta Pertamina Enduro di posisi paling menguntungkan. Format final memakai sistem best of three, sehingga tim yang lebih dulu meraih dua kemenangan akan menjadi juara.
Artinya, JPE kini hanya perlu menang sekali lagi pada laga berikutnya. Jika itu tercapai, mereka akan menutup seri tanpa perlu memainkan pertandingan penentuan.
Di sisi lain, Gresik Phonska berada dalam tekanan. Mereka wajib menang pada pertemuan kedua agar persaingan berlanjut ke laga ketiga.
Situasi ini membuat momentum berada di kubu Jakarta Pertamina Enduro. Tim asuhan Bulent Karslioglu memiliki ruang lebih lebar untuk mengatur strategi dibanding lawannya.
Kebangkitan Setelah Set Pertama
Yang jadi sorotan, JPE mampu bangkit cepat setelah kehilangan set pembuka. Pada set kedua, mereka langsung memimpin sejak awal dan menutup set dengan skor 25-19.
Perubahan terlihat pada distribusi serangan. Irina Voronkova menjadi sumber poin penting ketika beberapa pemain lain belum maksimal di awal laga.
Memasuki set ketiga, dukungan poin datang lebih merata. Megawati Hangestri Pertiwi dan Wilma Salas mulai memberi tekanan konsisten. Hasilnya, JPE kembali menang 25-19 dan berbalik unggul.

Dalam konteks final, respons setelah tertinggal sering menjadi pembeda. JPE menunjukkan ketenangan saat situasi belum ideal.
Poin Krusial di Set Keempat
Set keempat berlangsung paling ketat. Kedua tim beberapa kali berbagi angka dan saling menempel hingga fase akhir.
Gresik sempat unggul tipis, tetapi tidak lama. Jakarta Pertamina Enduro kembali mengambil kendali saat memasuki poin-poin krusial.
Selisih satu hingga dua angka terus terjaga sampai skor 21-19. Setelah itu, serangan JPE lebih efektif. Wilma Salas mencetak poin penting yang membawa timnya menang 25-21.
Keberhasilan menutup laga tanpa memberi set tambahan membuat posisi JPE makin kuat menjelang duel selanjutnya.
Tekanan Berpindah ke Gresik
Dengan hasil ini, beban pertandingan kedua kini berada di pihak Gresik Phonska. Mereka tak punya ruang untuk kalah jika ingin menjaga peluang juara.
Sebaliknya, JPE datang dengan kepercayaan diri tinggi. Rekam jejak bangkit dari set pertama dan kemenangan 3-1 memberi modal psikologis yang kuat.
Laga berikutnya akan menentukan apakah Jakarta Pertamina Enduro langsung mengunci gelar atau final berlanjut ke pertandingan ketiga.
