Korban Banjir Sumatera Capai 1.006 Jiwa, Darurat Diperpanjang

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi korban banjir di Takengon, Aceh, Sabtu (13/12). (BPMI Setpres)

sinarjiwa.id – Deretan bencana banjir, banjir bandang, dan longsor di Sumatera masih menyisakan duka panjang. Hingga Minggu, 14 Desember 2025, BNPB mencatat 1.006 orang meninggal dunia, 217 orang belum ditemukan, dan 586.666 warga terpaksa mengungsi di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan angka tersebut telah melewati verifikasi lanjutan by name by address.

Data korban sudah divalidasi hingga tingkat kecamatan bersama pemerintah daerah dan tim lapangan,” ujar Abdul Muhari, Sabtu (13/12/2025).

Aceh menjadi wilayah dengan korban terbanyak, mencapai 415 jiwa. Sumatera Utara mencatat 349 jiwa, disusul Sumatera Barat 242 jiwa. Ribuan keluarga masih bertahan di pengungsian karena rumah dan fasilitas umum rusak berat.

Bencana ini dipicu hujan ekstrem berkepanjangan sejak akhir November 2025. Sungai meluap, tanggul jebol, dan longsor terjadi di wilayah perbukitan serta daerah aliran sungai.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tiba di Amerika, Disambut Diaspora di Washington

Pemerintah daerah memperpanjang status tanggap darurat. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyatakan status darurat diperpanjang hingga 22 Desember 2025.

Pemulihan akses dan layanan dasar masih berjalan,” kata Mahyeldi, Senin (9/12/2025).

Aceh juga memperpanjang status darurat hingga 25 Desember 2025. Gubernur Muzakir Manaf menegaskan fokus pemerintah tetap pada keselamatan warga.

Evakuasi dan distribusi bantuan masih terus kami lakukan,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).***