Surat Syuriyah PBNU dan Ketegangan Batin Organisasi: Gus Yahya Angkat Suara

Gus Yahya

sinarjiwa.id — Peredaran surat Syuriyah PBNU pada Kamis (20/11/2025) mengguncang ruang batin organisasi kemasyarakatan ini. Dokumen bertanda tangan KH Miftachul Akhyar itu meminta Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, mundur dalam tiga hari.

Rapat Harian Syuriyah yang dihuni 37 pengurus membahas tiga isu fundamental. Pertama, kegelisahan terhadap narasumber AKN NU yang dianggap memiliki keterkaitan dengan jaringan Zionisme Internasional. Kekhawatiran ini mencerminkan sensitivitas identitas nilai yang dijaga warga NU.

Kedua, pemberhentian seorang fungsionaris akibat pelanggaran peraturan perkumpulan. Tindakan ini menunjukkan kebutuhan organisasi menjaga disiplin moral dan struktural.

Ketiga, dugaan pelanggaran tata kelola keuangan yang dinilai membahayakan eksistensi badan hukum NU. Catatan ini memunculkan kecemasan kolektif mengenai keberlanjutan lembaga.

Seorang pengurus PBNU membenarkan dokumen tersebut. “Iya benar. Tadi malam,” ujarnya (21/11).

Di tengah suasana yang tegang, Yahya muncul di arena Munas XI MUI. Ketika ditanya, suaranya terdengar terbata. “Enggak ada bahasan pemakzulan,” katanya. Ia menyebut pertemuannya dengan Wakil Rais Aam membahas rencana tapak tilas perjalanan KHR As’ad Syamsul Arifin—sebuah agenda bernuansa historis dan spiritual. (*)

Baca Juga :  Surat Syuriyah PBNU dan Ketegangan Batin Organisasi: Gus Yahya Angkat Suara