Update rekening Botok Pati kini berlanjut ke tahap pemulihan setelah Bank Mandiri memastikan akses nasabah segera kembali aktif.
Update rekening Botok Pati berlanjut setelah Polda Metro Jaya menyatakan penundaan transaksi sudah dapat dibuka kembali.
Keputusan itu muncul setelah polisi melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
Bank Mandiri kemudian memastikan proses pengaktifan kembali rekening Supriyono alias Botok segera berjalan.
Update Rekening Botok Pati Masuk Tahap Pemulihan
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti arahan Komisi III DPR RI dan Polda Metro Jaya.
Menurutnya, bank tetap menjalankan pelayanan berdasarkan prinsip kehati-hatian dalam aktivitas perbankan.
“Mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan,” kata Riduan.
Ia menegaskan Bank Mandiri akan menjaga amanah nasabah dan memberikan layanan terbaik.
Sementara itu, Polda Metro Jaya menyatakan proses klarifikasi tidak menemukan persoalan dalam aktivitas donasi maupun rekening tersebut.
Alasan Polisi Sempat Menunda Transaksi
Sebelumnya, polisi menaruh perhatian pada informasi penghimpunan donasi yang beredar melalui media sosial.
Langkah penundaan transaksi bertujuan melindungi pemilik rekening serta para donatur.
Selain itu, polisi ingin memastikan data pribadi Botok dan para donatur tidak disalahgunakan.
Iman Imannudin menjelaskan aktivitas penghimpunan donasi tetap memiliki ketentuan yang harus diperhatikan.
Karena itu, polisi meminta konfirmasi kepada pihak terkait sebelum menentukan langkah berikutnya.
Setelah memperoleh fakta hukum, polisi menyatakan rekening tersebut dapat kembali digunakan.
Komisi III Sebelumnya Desak Akses Dipulihkan
Yang jadi sorotan sebelumnya, Komisi III DPR RI menerima masukan masyarakat mengenai rekening Botok.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyebut rekening tersebut tidak dapat digunakan menjelang aksi masyarakat Pati.
Komisi III kemudian meminta pemulihan akses agar Botok dapat memenuhi kebutuhan menjelang aksi pada Kamis (27/8/2026).
Rekening tersebut sebelumnya digunakan untuk menampung donasi warga. Saldo yang disebut mencapai sekitar Rp80 juta.
Di lapangan, polemik itu kemudian berkembang setelah diketahui penundaan transaksi berkaitan dengan permintaan kepolisian.
Bank Mandiri selanjutnya membantah adanya penarikan uang massal nasabah akibat polemik tersebut.
Riduan mengatakan kondisi transaksi bank berjalan normal. Ia juga membantah saham Bank Mandiri anjlok akibat persoalan rekening Botok.
