OTT Bupati Cilacap: Syamsul Auliya Rachman Diam Usai Diperiksa KPK

bupati cilacap ott

sinarjiwa.id – Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terjaring operasi tangkap tangan KPK pada Jumat (13/3/2026). Kasus bupati cilacap ott itu langsung menyeret puluhan orang yang kemudian diperiksa intensif di Mapolresta Banyumas sebelum dibawa ke Jakarta pada malam hari.

KPK menyebut operasi tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan yang berkaitan dengan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Dalam operasi itu, tim penyidik juga mengamankan uang tunai pecahan rupiah sebagai barang bukti awal.

Suasana Pemeriksaan Pejabat Cilacap di Banyumas

Bersamaan dengan penangkapan dalam kasus ott cilacap, sejumlah pejabat Pemkab Cilacap turut menjalani pemeriksaan di Gedung Satreskrim Polresta Banyumas.

Secara faktual, pantauan di lokasi menunjukkan beberapa pejabat sempat keluar ruangan sekitar pukul 17.15 WIB untuk menunaikan salat Ashar di musala Polresta Banyumas. Wajah mereka terlihat tegang saat kembali menuju ruang pemeriksaan.

Baca Juga :  KPK Tahan Pejabat Bea Cukai BBP Terkait Kasus Korupsi

Pejabat yang terlihat menjalani pemeriksaan:

  • Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardono
  • Kepala Diskominfo Buddy Haryanto
  • Kepala Dispermades Heru Kurniawan
  • Kepala DPKUKM Oktrivianto Subekti
  • Kepala Dinas Sosial Ichlas Riyanto

Saat melewati wartawan yang menunggu di luar gedung, para pejabat memilih tidak memberikan keterangan. Sekda Cilacap hanya menjawab singkat.

Ikuti saja,” ucap Sadmoko Danardono ketika ditanya mengenai agenda pemeriksaan.

Di sisi lain, pejabat lain yang berjalan di belakangnya tetap diam dan langsung menuju ruangan.

Momen Bupati Cilacap Dibawa ke Banyumas

Yang menarik, dalam operasi bupati cilacap ott kpk tersebut, rombongan yang diamankan dibawa menggunakan bus menuju Mapolresta Banyumas sekitar pukul 16.15 WIB.

Menurut informasi dari anggota kepolisian yang berada di lokasi, kendaraan itu membawa banyak pejabat dari lingkungan Pemkab Cilacap bersama tim penyidik.

Ada banyak orang di bus,” ujar seorang anggota polisi yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Whoosh Diselidiki KPK, Publik Menunggu Kepastian Hukum

Tak hanya itu, beberapa mobil yang membawa penyidik KPK juga terlihat masuk ke area Polresta Banyumas.

Dalam konteks ini, KPK cilacap menyebut total ada 27 orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut. Jumlah itu terdiri dari penyelenggara negara, aparatur sipil negara, hingga pihak swasta.

Diduga ada penerimaan yang diterima oleh pihak bupati berkaitan dengan proyek-proyek di Kabupaten Cilacap,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK.

Dibawa ke Jakarta Tanpa Komentar

Pada malam hari, sekitar pukul 21.05 WIB, Syamsul Auliya Rachman terlihat keluar dari Gedung Satreskrim Polresta Banyumas.

Ia mengenakan masker putih dan berjalan cepat menuju kendaraan yang telah disiapkan. Sejumlah pejabat Pemkab Cilacap mengikuti di belakangnya.

Dalam praktiknya, tak satu pun dari mereka memberikan komentar kepada wartawan yang menunggu sejak sore.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Kepala KPP Jakarta Utara Tersangka, OTT Perdana 2026 Bongkar Skema Suap Pajak

Rombongan kemudian menuju Stasiun Purwokerto. Dari sana, mereka menunggu keberangkatan Kereta Api Purwojaya tujuan Jakarta Gambir sekitar pukul 21.37 WIB.

Di waktu bersamaan, sejumlah pejabat yang ikut dalam rombongan disebut berasal dari berbagai posisi strategis di pemerintahan daerah.

Beberapa pejabat yang ikut dibawa ke Jakarta:

  • Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
  • Asisten Perekonomian dan Pembangunan
  • Asisten Administrasi Umum
  • Kepala Dinas PUPR
  • Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
  • Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air

Pada saat bersamaan, publik juga mulai mempertanyakan berbagai hal terkait bupati cilacap dari partai apa setelah kasus bupati cilacap ott kpk tersebut mencuat ke ruang publik.

Sementara itu, hingga Jumat malam pemeriksaan terhadap para pihak yang diamankan dalam ott kpk cilacap masih berlangsung di Jakarta.