Prabumulih Berpeluang Jadi Contoh Nasional Kelola Sampah

Prabumulih Kelola Sampah

Sinar Jiwa – Prabumulih Berpeluang Jadi Contoh Nasional Kelola Sampah setelah mendapat penilaian positif dari Kementerian Lingkungan Hidup. Potensi itu disampaikan dalam audiensi bersama Wali Kota Prabumulih H. Arlan usai peninjauan lapangan, termasuk ke Tempat Pembuangan Akhir atau TPA, Kamis malam.

Penilaian tersebut menempatkan Prabumulih sebagai salah satu daerah yang dinilai menunjukkan perbaikan nyata dalam tata kelola sampah. Pemerintah pusat juga membuka peluang dukungan sarana dan prasarana untuk memperkuat sistem yang sudah berjalan.

Kemen LH Soroti Perbaikan Pengelolaan Sampah

Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara Kementerian Lingkungan Hidup Edward Nixon Pakpahan menegaskan kunjungan ke Prabumulih bukan sekadar audiensi. Tim kementerian juga meninjau langsung kondisi lapangan.

Lokasi yang dilihat antara lain sistem pengelolaan sampah kota dan kondisi TPA. Dari hasil pemantauan itu, pemerintah pusat menilai terdapat kemajuan dibanding kondisi sebelumnya.

Baca Juga :  Pulau Umang Dijual Viral, KKP Segel dan Ungkap Status Pengelolaan

Kita sudah melihat langsung pengelolaan sampah di Prabumulih sudah baik, TPA juga sudah mengalami perbaikan,” ujar Edward Nixon Pakpahan.

Ia juga mengapresiasi komitmen kepala daerah dalam menangani persoalan sampah. Menurutnya, dukungan pimpinan daerah menjadi faktor penting karena pembenahan sampah membutuhkan keputusan anggaran dan pengawasan berkelanjutan.

Meski demikian, Nixon mengakui masih ada sejumlah kekurangan. Namun pada kenyataannya, hal tersebut dinilai wajar dalam proses pembenahan sistem yang berjalan bertahap.

Peluang Jadi Percontohan Nasional

Kementerian Lingkungan Hidup menilai capaian saat ini membuka peluang bagi Prabumulih menjadi rujukan daerah lain. Penilaian itu muncul karena kota ini dianggap mampu memperbaiki pengelolaan sampah dalam waktu relatif singkat.

Prabumulih telah baik pengelolaan sampahnya, bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” katanya.

Jika status percontohan itu terwujud, Prabumulih berpeluang menjadi model praktik tata kelola lingkungan bagi kota menengah lain. Hal ini penting karena persoalan sampah menjadi tantangan hampir di seluruh daerah.

Baca Juga :  Field Trip Naik Pesawat SD Salatiga Viral, Program Tahunan 15 Tahun

Dukungan Sarana dan Prasarana

Ke depan, Kemen LH menyatakan siap memberikan bantuan sarana dan prasarana. Bantuan itu diarahkan untuk mengoptimalkan pengangkutan, pemilahan, dan pengolahan sampah.

Dengan kata lain, penilaian positif dari pusat diikuti peluang penguatan fasilitas agar sistem lokal dapat bekerja lebih efektif dan berkelanjutan.

Peran Warga Dinilai Menentukan

Nixon menekankan persoalan sampah tidak bisa ditangani pemerintah saja. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi unsur utama dalam menekan volume sampah harian.

Masyarakat juga harus disiplin tidak membuang sampah sembarangan, tetapi pada tempatnya,” tegasnya.

Disiplin warga dinilai berdampak langsung pada beban TPA dan biaya pengelolaan. Semakin baik perilaku memilah dan membuang sampah, semakin ringan tekanan terhadap sistem kota.

Pemkot Sebut Sampah Jadi Prioritas

Wali Kota Prabumulih H. Arlan menyampaikan terima kasih atas perhatian Kementerian Lingkungan Hidup. Ia mengakui persoalan sampah menjadi salah satu prioritas utama pemerintahannya demi menjaga kebersihan dan keindahan kota.

Baca Juga :  Field Trip Naik Pesawat SD Salatiga Viral, Program Tahunan 15 Tahun
Sinar Jiwa
Wali Kota Prabumulih Arlan

Menurut Arlan, pemerintah kota sebelumnya menerima teguran terkait pengelolaan sampah. Karena itu, pembenahan dilakukan melalui peningkatan fasilitas dan penguatan sistem berbasis masyarakat.

Kita telah menerima teguran dari Kemen LH terkait pengelolaan sampah dan telah berkomitmen melakukan perbaikan,” ujar Arlan.

Pemkot juga mendorong pengembangan bank sampah sebagai bagian dari pengelolaan berbasis warga. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang memperkuat kebersihan kota.