Anwar Ibrahim tegaskan Malaysia tolak warga IsraelAnwar Ibrahim menegaskan Malaysia tetap menolak warga negara Israel meski mendapat kritik anggota Kongres AS. Hubungan dengan AS terjaga.

Anwar Ibrahim memastikan Malaysia tidak mengubah kebijakan menolak warga negara Israel. Ia menegaskan tekanan dari sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat tidak memengaruhi sikap pemerintah.

Anwar Ibrahim kembali menegaskan Malaysia tetap mempertahankan kebijakan menolak warga negara Israel memasuki wilayahnya. Penegasan itu disampaikan setelah muncul desakan dari sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat yang meminta Washington mengevaluasi hubungan dengan Kuala Lumpur.

Menurut Anwar, tekanan tersebut tidak akan mengubah kebijakan yang telah menjadi bagian dari sikap Malaysia selama puluhan tahun. Ia juga memastikan negaranya tetap berpegang pada prinsip kemanusiaan dalam menyikapi konflik Palestina dan Gaza.

Malaysia Tegaskan Sikap Tidak Berubah

Dato' Seri Diraja Haji Anwar bin Ibrahim
Perdana Menteri Malaysia ke-10, Dato’ Seri Diraja Haji Anwar bin Ibrahim

Anwar menyampaikan bahwa Malaysia merupakan negara yang berdaulat dan memiliki hak menentukan kebijakan sendiri. Karena itu, pemerintah tetap menolak masuknya warga negara Israel ke wilayah Malaysia.

Lebih jauh, ia menilai kritik dari sejumlah anggota Kongres AS muncul karena mereka menganggap Malaysia melanggar hukum internasional. Namun, menurut Anwar, anggapan tersebut tidak sesuai dengan posisi pemerintah Malaysia.

Ia kembali menjelaskan bahwa kebijakan tersebut tidak ditujukan kepada komunitas Yahudi. Fokus kebijakan hanya berlaku bagi warga negara Israel yang menurut Malaysia berkaitan dengan konflik yang terus berlangsung di Palestina dan Gaza.

Sementara itu, surat para anggota Kongres AS juga meminta penghentian dukungan terhadap program Pendidikan dan Pelatihan Militer Internasional bagi Malaysia serta peninjauan hubungan keamanan dan ekonomi kedua negara.

Meski begitu, Anwar menegaskan persoalan tersebut tidak semestinya memengaruhi hubungan bilateral Malaysia dan Amerika Serikat. Malaysia tetap menerima warga negara AS serta mendukung kerja sama perdagangan maupun investasi.

Selain itu, pemerintah Malaysia memastikan akan terus menyampaikan sikapnya mengenai isu Palestina di berbagai kesempatan. Menurut Anwar, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Malaysia dalam menjunjung nilai kemanusiaan.

Ia menegaskan kembali bahwa pemerintah tidak akan mengizinkan warga negara Israel menginjakkan kaki di Malaysia, sekaligus memastikan kebijakan tersebut tetap berlaku sebagaimana yang telah diterapkan selama beberapa dekade.