Kebijakan larang warga Israel masuk Malaysia kembali ditegaskan Perdana Menteri Anwar Ibrahim. Ia memastikan pemerintah tidak akan mengubah aturan tersebut meski mendapat tekanan dari sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat.
Kebijakan larang warga Israel masuk Malaysia kembali menjadi perhatian setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan pemerintah tetap mempertahankan aturan tersebut. Menurutnya, Malaysia tidak melanggar hukum internasional dan tidak akan tunduk pada intimidasi dari pihak mana pun.
Anwar menyampaikan pernyataan itu sebagai tanggapan atas kritik delapan anggota Kongres Amerika Serikat yang menilai kebijakan Malaysia bertentangan dengan hukum internasional. Kritik tersebut muncul setelah pernyataan Anwar pada 15 Juli mengenai larangan terhadap setiap warga negara Israel memasuki wilayah Malaysia.
Anwar Tegaskan Kebijakan Sudah Berlaku Puluhan Tahun
Menurut Anwar, kebijakan tersebut bukan aturan baru. Malaysia telah menerapkannya selama beberapa dekade sebagai bentuk sikap terhadap konflik Palestina.
Ia menegaskan larangan itu tidak ditujukan kepada orang Yahudi, melainkan kepada warga negara Israel. Dalam pandangannya, kebijakan tersebut berkaitan dengan posisi Malaysia terhadap tindakan Israel di Palestina dan Gaza.
Selain itu, Anwar menyebut tudingan bahwa Malaysia melanggar hukum internasional tidak memiliki dasar. Ia menilai sejumlah negara lain juga menerapkan kebijakan serupa terhadap warga negara tertentu.
Sementara itu, surat dari delapan anggota Kongres AS kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio meminta Washington meninjau kembali hubungan keamanan dan ekonomi dengan Malaysia. Mereka juga mengusulkan penghentian pendanaan program Pendidikan dan Pelatihan Militer Internasional bagi personel militer Malaysia.
Namun, Anwar menilai langkah tersebut merupakan bentuk tekanan terhadap pemerintah Malaysia. Ia mengatakan para anggota Kongres tersebut tidak memahami perkembangan kebijakan yang telah lama diterapkan negaranya.
Di sisi lain, Anwar kembali menegaskan Malaysia akan terus menyuarakan isu Palestina dan Gaza. Menurutnya, negara itu memiliki hak sebagai negara merdeka untuk menentukan kebijakan luar negerinya sendiri.
Ia juga memastikan pemerintah tetap tidak akan mengizinkan warga negara Israel memasuki Malaysia. Kendati demikian, hubungan Malaysia dengan Amerika Serikat tetap berjalan baik.
Anwar menambahkan Malaysia tetap membuka hubungan dengan warga negara AS, termasuk dalam bidang investasi, perdagangan, dan kerja sama ekonomi. Namun, menurutnya, hubungan bilateral tidak akan mengubah sikap Malaysia terhadap konflik di Palestina.
