sinarjiwa.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem pada 17-23 Februari 2026. Periode ini bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2026 dan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah. BMKG menilai kondisi atmosfer masih aktif dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Artinya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat merencanakan perjalanan dan kegiatan luar ruang.
BMKG menyebut hujan lebat dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Kondisi ini dapat berubah sewaktu-waktu. Dampaknya terasa pada perjalanan darat, laut, dan udara. Ibadah dan wisata luar ruang juga berisiko terganggu.
Peringatan BMKG di Tengah Momentum Keagamaan
Dalam konteks tersebut, BMKG merilis Prospek Cuaca Mingguan periode 17-23 Februari 2026. Secara faktual, dinamika atmosfer global hingga lokal masih signifikan memengaruhi cuaca Indonesia.
Periode 17-23 Februari 2026 dan Potensi Cuaca Ekstrem
Pada skala global, nilai SOI dan Niño3.4 menunjukkan kondisi La Niña lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di Indonesia bagian timur. Sementara itu, fenomena Madden Julian Oscillation berada pada fase Indian Ocean. Aktivitas ini turut memperkuat pertumbuhan awan hujan di banyak wilayah.
Monsun Asia juga masih aktif. Suplai massa udara dan uap air mengalir cukup signifikan menuju Indonesia. Indeks Surge diprediksi menguat dalam beberapa hari ke depan. Dengan kelembapan udara yang tinggi, potensi peningkatan curah hujan menjadi lebih besar.
BMKG mencatat pada 12-16 Februari 2026 telah terjadi hujan sangat lebat di sejumlah wilayah. Lampung mencatat 143,00mm/hari. Sulawesi Selatan mencapai 140,5mm/hari. Bangka Belitung 134,4mm/hari. Data ini menunjukkan intensitas hujan masih tinggi.
Wilayah Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang
BMKG membagi peringatan dalam dua fase. Periode 17-19 Februari 2026 dan 20-23 Februari 2026.
Pada 17-19 Februari, status siaga hujan lebat hingga sangat lebat berlaku di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua. Angin kencang juga berpotensi terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Sementara itu, periode 20-23 Februari menunjukkan pola serupa. Jawa Timur, Bali, dan Papua Pegunungan masuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat. Wilayah lain berstatus waspada hujan sedang hingga lebat.
Kota Besar yang Masuk Daftar Peringatan
Beberapa kota besar diprakirakan mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang. Di antaranya Banda Aceh, Medan, Bengkulu, Jakarta, Yogyakarta, Pontianak, Banjarmasin, Palu, dan Manado. Kota lain seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, hingga Jayapura diprakirakan mengalami hujan ringan hingga sedang.
BMKG menegaskan prakiraan akan terus diperbarui berdasarkan analisis dan data terkini. Informasi resmi dapat diakses melalui bmkg.go.id dan Call Center 196.
