Sinar Jiwa – Capaian kesehatan Gorontalo menunjukkan tren peningkatan dalam dua tahun terakhir, mendorong Gubernur Gusnar Ismail memberikan apresiasi langsung kepada tenaga medis atas kontribusi mereka di lapangan.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Konsolidasi Gubernur selaku Wakil Pemerintah Pusat bersama rumpun Kementerian Kesehatan yang digelar di Aula Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Forum ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, hingga organisasi profesi.
Yang jadi sorotan, peningkatan indikator kesehatan daerah terlihat dari sejumlah capaian yang dinilai konsisten dan terukur dalam periode terbaru.
“Hasil ini menunjukkan kita berada di jalur yang benar,” kata Gusnar di hadapan peserta rapat.
Penurunan Stunting dan Program Nasional Jadi Indikator
Salah satu capaian utama terlihat pada penurunan angka stunting. Data menunjukkan prevalensi stunting di Gorontalo turun dari 26,9 persen pada 2023 menjadi 23,8 persen pada 2024.
Penurunan ini menjadi indikator penting dalam mengukur efektivitas intervensi kesehatan yang dilakukan di tingkat daerah. Dalam konteks tersebut, program penanganan gizi dan kesehatan ibu-anak dinilai berjalan lebih terarah.
Di sisi lain, Gorontalo juga berhasil menembus tiga besar nasional dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) per April 2026. Pencapaian ini memperlihatkan peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Artinya, tidak hanya aspek pencegahan, tetapi juga deteksi dini kesehatan mulai berjalan lebih optimal.
Akreditasi Puskesmas Perkuat Layanan Dasar
Dari sisi fasilitas, kualitas layanan kesehatan dasar turut mengalami peningkatan. Sebanyak 78 dari 95 puskesmas di Gorontalo telah meraih akreditasi paripurna.
Selain itu, 15 puskesmas berstatus utama dan satu lainnya berstatus madya. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan standar pelayanan di tingkat fasilitas kesehatan primer.
“Tepuk tangan saya ini untuk insan kesehatan,” ujar Gusnar, yang disambut respons positif peserta.
Dalam praktiknya, akreditasi menjadi tolok ukur penting dalam memastikan kualitas layanan tetap terjaga. Hal ini juga berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.
Kerja Kolektif Jadi Faktor Penentu
Meski capaian terus meningkat, Gusnar menegaskan bahwa perbaikan sektor kesehatan belum selesai. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, keberhasilan yang diraih saat ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, tenaga medis, serta organisasi profesi kesehatan.
“Ini kerja bersama. Kalau kita tidak solid, hasilnya tidak akan seperti ini,” ujarnya.
Dalam sudut pandang ini, sinergi antar lembaga menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas layanan kesehatan. Dari puskesmas hingga rumah sakit, semua berperan dalam membentuk sistem yang terintegrasi.
Yang kerap luput diperhatikan, peningkatan capaian tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga pada konsistensi pelaksanaan di lapangan.
Dengan capaian tersebut, Gorontalo kini menjadi salah satu daerah dengan percepatan layanan kesehatan yang menonjol di tingkat nasional.
