Gerakan 1.000 Lubang Biopori Bekasi mendapat apresiasi dari Wali Kota Tri Adhianto karena dinilai mampu memperkuat ketahanan lingkungan, meningkatkan resapan air, dan menjadi contoh kolaborasi warga dalam menjaga kelestarian alam.
Gerakan 1.000 Lubang Biopori Bekasi yang digagas warga Perumahan Taman Persada Raya, Kecamatan Pondokgede, mendapat apresiasi dari Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya membangun lingkungan yang bersih, sehat, serta lebih siap menghadapi perubahan iklim.
Saat mengunjungi lokasi pada Minggu, 26 Juli 2026, Tri Adhianto menyebut inisiatif masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tingkat rumah tangga. Menurutnya, keterlibatan warga secara gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti di satu kawasan. Sebaliknya, program itu dapat menginspirasi lingkungan lain di Kota Bekasi untuk menerapkan langkah serupa sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.
Konsep Biopori dan Sumur Resapan Dinilai Perkuat Cadangan Air
Yang menjadi sorotan, Wali Kota Bekasi juga mengapresiasi pengembangan konsep biopori di Perumahan Taman Persada. Warga tidak hanya membuat lubang biopori, tetapi juga memadukannya dengan sumur resapan sehingga manfaatnya semakin luas.
Dalam praktiknya, perpaduan kedua metode tersebut membantu mempercepat penyerapan air hujan ke dalam tanah saat musim penghujan. Akibatnya, cadangan air tanah tetap terjaga ketika memasuki musim kemarau.
Menurut Tri Adhianto, keberadaan sumur resapan dan biopori memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan. Air yang terserap ke dalam tanah dapat menjadi cadangan air sehingga kondisi lingkungan lebih terjaga pada musim kering.
Selain itu, ia mengajak masyarakat terus mengembangkan berbagai program yang berdampak langsung terhadap lingkungan. Program tersebut tidak hanya terbatas pada pembangunan biopori, tetapi juga mencakup pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Di sisi lain, ia mendorong warga mengaktifkan bank sampah dan mengolah sampah organik menjadi kompos. Langkah tersebut dinilai mampu mendukung kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi volume sampah.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Bekasi memberikan dukungan terhadap berbagai inisiatif masyarakat yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Menurutnya, upaya seperti pembangunan biopori, sumur resapan, serta pengelolaan sampah merupakan investasi lingkungan yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
