Kebakaran hutan KanadaKebakaran hutan Kanada dengan 858 titik api aktif memicu asap ke Amerika Serikat. Kualitas udara memburuk, aktivitas terganggu, dan status darurat diberlakukan.

Kebakaran hutan Kanada memicu penyebaran asap tebal ke sejumlah wilayah Amerika Serikat setelah ratusan titik api masih aktif dan menurunkan kualitas udara hingga level berbahaya.

Kebakaran hutan Kanada terus meluas dan berdampak lintas negara. Asap pekat menyelimuti sejumlah kota besar seperti Detroit, Toronto, New York, hingga kawasan New England sehingga pemerintah setempat mengeluarkan peringatan kualitas udara berbahaya.

Akibat kondisi tersebut, otoritas di berbagai wilayah mengimbau masyarakat tetap berada di dalam ruangan. Selain itu, sejumlah kegiatan luar ruangan ikut dibatalkan sebagai langkah mengurangi paparan asap.

Asap Kebakaran Hutan Kanada Ganggu Aktivitas dan Kualitas Udara

Berdasarkan data Canadian Wildland Fire Information System, terdapat 858 kebakaran hutan aktif di Kanada. Jumlah tersebut mencakup 30 titik api baru yang muncul pada Kamis, 16 Juli 2026.

Faktanya, sebagian besar kebakaran masih belum berhasil dikendalikan. Sementara itu, wilayah utara Ontario menjadi salah satu kawasan yang mengalami dampak paling berat.

Di kawasan tersebut, kebakaran memaksa warga komunitas First Nations meninggalkan tempat tinggal mereka. Seorang kepala komunitas menyebut wilayahnya telah hangus menjadi abu akibat kobaran api.

Di sisi lain, dampak asap semakin terasa di Amerika Serikat. Gubernur Negara Bagian New York Kathy Hochul menyebut kondisi tersebut sebagai ancaman kesehatan yang sangat serius sehingga pemerintah mengaktifkan protokol darurat kualitas udara.

Pemerintah New York juga menyediakan ratusan pusat pendinginan serta membagikan masker KN95 kepada masyarakat. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan polusi udara.

Selain itu, sejumlah kegiatan masyarakat ikut terdampak. Perkemahan musim panas anak-anak dibatalkan, beberapa pantai di kawasan danau ditutup, sementara sejumlah konser dijadwalkan ulang.

Menurut prakiraan cuaca, hujan diperkirakan turun di Ontario dalam beberapa hari mendatang. Meski begitu, curah hujan tersebut dinilai belum cukup untuk meredakan kebakaran yang masih berlangsung.

Yang menjadi sorotan, angin diperkirakan tetap membawa asap menuju Amerika Serikat hingga akhir pekan. Kondisi itu juga dikhawatirkan memengaruhi New Jersey yang akan menjadi lokasi penyelenggaraan final Piala Dunia.

Sementara itu, lembaga pemantau kualitas udara IQAir menyatakan Detroit saat ini memiliki kualitas udara terburuk di dunia. Beberapa anggota parlemen Negara Bagian Michigan pun mengkritik penanganan kebakaran oleh pemerintah Kanada dan meminta langkah yang lebih efektif.