MacBook Neo Resmi Dirilis, Laptop Apple Mulai Rp9 Jutaan

MacBook Neo

sinarjiwa.id – Apple resmi memperkenalkan MacBook Neo dengan harga mulai 599 dolar AS atau sekitar Rp9 jutaan, menjadikannya laptop paling terjangkau yang pernah dirilis perusahaan tersebut. MacBook Neo diposisikan sebagai pintu masuk baru ke ekosistem Mac, dengan desain aluminium, chip A18 Pro, dan daya tahan baterai hingga 16 jam dalam satu kali pengisian.

Peluncuran ini menandai perubahan strategi harga Apple di segmen laptop. Dengan banderol lebih rendah dibanding lini MacBook sebelumnya, perusahaan memperluas akses pasar tanpa menghilangkan identitas premium yang melekat pada produknya.

Hadir dengan harga terobosan, MacBook Neo dibangun dari awal agar lebih terjangkau bagi lebih banyak orang,” kata Senior Vice President of Hardware Engineering Apple, John Ternus. “Tidak ada laptop lain seperti ini.”

Harga Rendah, Spesifikasi Tetap Kompetitif

MacBook Neo tetap membawa ciri khas Apple meski dibanderol lebih murah. Perangkat ini menggunakan bodi aluminium yang tersedia dalam empat warna, yakni blush, indigo, silver, dan citrus. Bobotnya 2,7 pon dan dirancang portabel untuk mobilitas harian.

Layar 13 inci Liquid Retina beresolusi 2408 x 1506 piksel dengan tingkat kecerahan 500 nits dan dukungan satu miliar warna. Apple mengklaim layar ini lebih terang dan lebih tajam dibanding mayoritas laptop PC di kelas harga serupa.

Di sektor dapur pacu, MacBook Neo ditenagai chip A18 Pro dengan GPU lima inti dan Neural Engine 16 inti. Apple menyebut performanya hingga 50 persen lebih cepat untuk tugas harian dibanding PC terlaris dengan Intel Core Ultra 5 terbaru. Untuk beban kerja AI di perangkat, kecepatannya diklaim hingga tiga kali lipat.

Tak hanya itu, laptop ini hadir tanpa kipas sehingga beroperasi senyap. Pengguna tetap mendapatkan kamera FaceTime HD 1080p, dua mikrofon dengan beamforming, serta speaker dengan dukungan Spatial Audio dan Dolby Atmos.

Strategi Perluasan Akses ke Ekosistem Apple

Dengan harga awal 599 dolar AS dan 499 dolar AS untuk sektor pendidikan, MacBook Neo menjadi laptop Apple paling terjangkau sepanjang sejarah perusahaan. Perangkat ini sudah dapat dipesan dan mulai tersedia pada 11 Maret.

Dalam praktiknya, harga agresif ini memperluas jangkauan Apple ke pelajar, pengguna baru, hingga pasar yang sensitif terhadap harga. Meski lebih murah, MacBook Neo tetap menjalankan macOS Tahoe dengan aplikasi bawaan seperti Safari, Messages, Pages, dan integrasi penuh dengan iPhone.

MacBook Neo juga membawa fitur Continuity seperti Handoff, Universal Clipboard, hingga iPhone Mirroring. Artinya, pengguna iPhone dapat bekerja lintas perangkat secara mulus tanpa konfigurasi rumit.

Yang kerap luput diperhatikan, MacBook Neo juga dirancang dengan 60 persen material daur ulang dan diproduksi menggunakan 45 persen energi terbarukan di rantai pasok. Pendekatan ini mendukung target Apple menuju netral karbon pada 2030.

Dengan kombinasi harga rendah dan spesifikasi khas Apple, MacBook Neo menjadi langkah strategis untuk memperluas basis pengguna Mac secara global.