Luka Hati Rakyat Kaltim: Mobil Mewah Rp8,5 Miliar Rudy Mas’ud

Polemik Gubernur Kalimantan Timur dan Mobil Dinas

sinarjiwa.id — Sorotan tajam kini tertuju pada Gubernur Kalimantan Timur periode 2025–2030, Rudy Mas’ud, menyusul pengadaan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar yang melukai perasaan masyarakat di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Langkah ini dianggap sebagai simbol pudarnya empati kekuasaan, memicu gelombang kritik emosional dari warga yang merasa aspirasinya terabaikan oleh gaya hidup pejabat yang kontras dengan realita di akar rumput.

Kritik ini tidak hanya menyasar angka rupiah yang fantastis, tetapi juga menyentuh kerinduan publik akan sosok pemimpin yang sederhana. Jejak politik Rudy yang kini memegang kendali di provinsi kaya ini pun kembali dikuliti sebagai bagian dari sejarah besar keluarga yang mendominasi pemerintahan.

Dilema Hati dan Bayang-Bayang Dinasti

Kepedihan publik semakin mendalam saat menyadari betapa kuatnya “Bani Mas’ud” mencengkeram posisi strategis. Jabatan Ketua DPRD Kaltim kini diduduki oleh Hasanuddin Mas’ud, kakak kandung Rudy, yang memicu keraguan apakah suara rakyat masih bisa didengar secara objektif. “Ketua DPRD memiliki peran krusial dalam pengawasan kebijakan gubernur, termasuk anggaran,” menjadi pengingat bahwa fungsi kontrol kini berada dalam satu garis keturunan yang sama.

Baca Juga :  Rincian Anggaran Rudy Mas’ud Jadi Sorotan Publik Kaltim

Ujian Integritas di Balik Kekayaan

Kehadiran istri Rudy, Syarifah Suraidah Harum di DPR RI, melengkapi gurita kekuasaan yang juga merambah ke Balikpapan melalui sang kakak, Rahmad Mas’ud. Di balik harta kekayaan Rp166 miliar yang dilaporkan dalam LHKPN 2025, terselip catatan kelam adik bungsunya, Abdul Gafur Mas’ud, yang divonis 6 tahun penjara akibat korupsi. Bagi rakyat Kaltim, ini bukan sekadar soal politik, melainkan soal etika dan ketulusan hati dalam melayani tanpa bayang-bayang keserakahan. ***