Vietnam Pangkas Pajak BBM Darurat, Warga Hadapi Lonjakan Energi

Sinar Jiwa - pajak BBM Vietnam

Sinar Jiwa – Pemerintah Vietnam memangkas pajak bahan bakar secara darurat untuk meredam lonjakan harga energi, namun beban rumah tangga dan pelaku usaha masih terasa seiring kenaikan harga yang tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Kebijakan pajak BBM Vietnam ini berlaku mulai 27 Maret hingga 15 April, mencakup penghapusan pajak lingkungan dan pajak konsumsi, serta tidak lagi mengenakan pajak pertambahan nilai pada bensin, solar, dan bahan bakar jet. Langkah ini diambil saat tekanan harga energi meningkat akibat gangguan pasokan global.

Secara faktual, pemerintah menempatkan kebijakan ini sebagai bentuk dukungan tidak langsung bagi masyarakat. Namun di lapangan, tekanan biaya tetap dirasakan, terutama oleh sektor usaha yang bergantung pada distribusi energi.

Beban Rumah Tangga di Tengah Harga Energi Tinggi

Harga bahan bakar di Vietnam mengalami fluktuasi tajam sejak akhir Februari. Pemerintah telah melakukan 11 kali penyesuaian harga dalam periode singkat tersebut. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian bagi rumah tangga dalam mengelola pengeluaran harian.

Baca Juga :  THR Dipajaki, Buruh Mengeluh Menunggu Keputusan Presiden

Pada revisi terbaru, harga bensin RON95 ditetapkan sebesar 24.330 dong per liter, sementara solar mencapai 35.440 dong per liter. Meski turun dibandingkan sebelumnya, harga tersebut masih berada di level tinggi jika dibandingkan periode sebelum konflik di Timur Tengah.

Data pemerintah menunjukkan harga sempat melonjak hingga 68 persen untuk bensin dan 105 persen untuk solar dari level sebelum konflik. Lonjakan ini berdampak langsung pada biaya transportasi dan kebutuhan pokok masyarakat.

Dalam praktiknya, penghapusan pajak BBM Vietnam memang menurunkan sebagian harga, namun tidak sepenuhnya mengimbangi tekanan global yang terjadi.

Pelaku Usaha Tertekan Biaya Operasional

Di sisi lain, pelaku usaha menghadapi tekanan biaya operasional yang meningkat. Sektor logistik menjadi salah satu yang paling terdampak. Survei awal Maret menunjukkan sekitar 90 persen perusahaan logistik mengalami dampak sedang hingga berat.

Baca Juga :  Harga Minyak Dunia Tembus US$111, Perang Iran Picu Ketakutan Global

Lebih dari separuh pelaku usaha bahkan menyebut kondisi ini berada pada level berat atau mendekati krisis. Kenaikan harga bahan bakar langsung memicu lonjakan biaya distribusi barang.

Kenaikan Harga BBM
Kenaikan Harga BBM wilayah Asia Tenggara – sumber data: “Global Petrol Prices”

Dampak ke Sektor Transportasi dan Penerbangan

Industri transportasi menjadi sektor paling terdampak dari lonjakan energi ini. Maskapai seperti Vietnam Airlines, Vietjet Air, dan Bamboo Airways mulai menyesuaikan operasional mereka.

Beberapa penerbangan domestik dan internasional dijadwalkan dibatalkan pada bulan berikutnya akibat keterbatasan pasokan bahan bakar. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan tidak hanya berasal dari harga, tetapi juga ketersediaan energi.

Di waktu yang sama, pemerintah telah mengandalkan dana stabilisasi harga bahan bakar untuk menahan lonjakan. Dana ini telah digunakan sembilan kali dalam sebulan dengan total sekitar 5,3 triliun dong.

Baca Juga :  THR Dipajaki, Buruh Mengeluh Menunggu Keputusan Presiden

Namun, saldo dana kini tersisa sekitar 320 miliar dong, sehingga penggunaannya dihentikan pada periode penyesuaian harga terbaru. Hal ini menambah tekanan bagi pelaku usaha yang masih menghadapi biaya tinggi.

Keterbatasan Efektivitas Kebijakan Pajak

Yang jadi sorotan, kebijakan pajak BBM Vietnam hanya menyentuh sebagian komponen harga. Sebelumnya, pajak dan tarif impor menyumbang sekitar 38 persen dari harga eceran bensin RON95.

Meski penghapusan pajak memberikan ruang penurunan harga, faktor eksternal seperti gangguan pasokan global tetap mendominasi pembentukan harga di pasar domestik.

Pada titik ini, rumah tangga dan pelaku usaha masih berada dalam tekanan biaya yang tinggi, seiring ketergantungan energi Vietnam terhadap pasokan luar negeri yang belum berubah dalam jangka pendek.