Penerbangan Iran Baghdad Muscat mulai menghadapi pembatasan setelah ancaman sanksi AS memasuki tahap baru. Media Iran melaporkan Bandara Baghdad dan Bandara Muscat tidak lagi menerima sejumlah penerbangan dari Iran pada Rabu, 23 September.
Perubahan itu muncul setelah Amerika Serikat mengancam menghentikan operasi maskapai Iran di luar negeri mulai tanggal yang sama. Sebelumnya, Teheran menyatakan penerbangan internasional masih berjalan sesuai jadwal.
Sanksi AS Mengubah Akses Penerbangan Iran
Sementara itu, perkembangan di Baghdad dan Muscat menunjukkan perubahan pada operasional rute Iran. Media Iran melaporkan kedua bandara ibu kota tersebut mulai menghentikan atau membatasi penerbangan dari Iran.
Namun, tidak semua rute internasional Iran berhenti. Penerbangan menuju Istanbul, Turki, masih beroperasi berdasarkan laporan yang sama.
Kondisi itu berbeda dengan pernyataan Iran pada 21 September. Saat itu, juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran Majid Akhavan mengatakan belum ada pembatalan penerbangan internasional.
“Sejauh ini, belum ada penerbangan internasional maskapai Iran yang dibatalkan, dan semuanya beroperasi sesuai jadwal.” kata Akhavan.
Penerbangan Iran Baghdad Muscat Mulai Terbatas
Di sisi lain, Iran Air sebelumnya menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi dari otoritas Irak maupun negara lain. Maskapai nasional Iran masih mempertahankan rute menuju Istanbul, Baku, dan Najaf sampai menerima instruksi baru.
Kini, laporan mengenai Baghdad dan Muscat menunjukkan adanya perubahan setelah ancaman sanksi AS berlaku. Pemerintah AS juga menargetkan perusahaan asing yang menyediakan layanan untuk maskapai Iran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bandara, pemasok bahan bakar, penjual tiket, dan penyedia layanan penerbangan tidak boleh membantu maskapai Iran di luar negeri.
Akibatnya, pembatasan tidak hanya menyasar maskapai Iran secara langsung. Infrastruktur pendukung penerbangan juga masuk dalam larangan tersebut.
Bessent menyatakan perusahaan yang tetap membantu dapat kehilangan akses ke sistem dolar.
Sebelumnya, AS menjatuhkan sanksi terhadap 27 maskapai Iran pada 8 September. Washington juga menetapkan sektor penerbangan Iran sebagai sektor yang dapat terkena sanksi pada 24 Agustus.
Lebih jauh, Departemen Keuangan AS mengaitkan kebijakan tersebut dengan kampanye Operasi Pengasingan Ekonomi. Menurut Washington, kampanye itu bertujuan memutus dukungan finansial yang disebut menopang pemerintah Iran dan IRGC.
