Sinarjiwa.id – Samsung kembali mempertahankan status sebagai pemimpin pasar televisi dunia selama dua dekade berturut-turut. Berdasarkan data firma riset pasar Omdia, perusahaan asal Korea Selatan tersebut mencatat pangsa pasar global sebesar 29,1 persen pada 2025, melanjutkan dominasi yang telah dimulai sejak 2006.
Bagi banyak konsumen, televisi bukan sekadar perangkat elektronik. Ia menjadi bagian dari ruang keluarga, tempat berkumpul, hingga sarana menikmati hiburan sehari-hari. Dalam konteks itu, pilihan merek sering kali berkaitan dengan rasa percaya terhadap kualitas dan ketahanan produk.
Presiden dan Head of Visual Display Business Samsung Electronics, SW Yong, menilai keputusan konsumen memilih televisi sering kali berhubungan dengan keyakinan jangka panjang terhadap merek.
“Ketika konsumen memilih TV, mereka sebenarnya memilih merek yang dapat dipercayai untuk digunakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Dua Dekade Inovasi yang Membentuk Reputasi
Dominasi Samsung tidak muncul secara tiba-tiba. Perjalanan itu dimulai pada 2006 melalui peluncuran TV Bordeaux yang menonjolkan desain elegan. Produk tersebut menjadi titik awal perusahaan merebut posisi teratas pasar televisi global.
Seiring waktu, inovasi terus diperkenalkan. Pada 2009, Samsung mempercepat transisi industri menuju televisi LED yang lebih tipis dan hemat energi.
Tak berhenti di situ, pada 2011 perusahaan memperkenalkan Smart TV yang mengubah fungsi televisi menjadi platform hiburan digital yang terhubung dengan internet.
Perubahan ini membuat televisi tidak lagi hanya digunakan untuk menonton siaran konvensional. Konsumen mulai mengakses aplikasi streaming, konten digital, hingga berbagai layanan hiburan lain melalui layar yang sama.
Perkembangan inovasi berlanjut pada 2017 ketika Samsung meluncurkan The Frame. Televisi ini dirancang untuk menampilkan karya seni digital saat tidak digunakan menonton.
Di tahun yang sama, perusahaan juga menghadirkan teknologi QLED berbasis quantum dot yang meningkatkan kualitas warna dan kecerahan layar.
Faktor yang Menjaga Kepercayaan Konsumen
Selain inovasi teknologi, strategi Samsung juga terlihat pada fokusnya di segmen televisi premium. Produk dengan harga di atas 2.500 dolar AS bahkan menguasai pangsa pasar sebesar 54,3 persen.
Sementara itu, pada kategori televisi di atas 1.500 dolar AS, Samsung mencatat pangsa pasar 52,2 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa banyak konsumen tetap memilih produk dengan nilai tinggi ketika kualitas gambar dan performa layar menjadi pertimbangan utama.
Di sisi lain, perkembangan ukuran layar juga ikut memengaruhi pilihan konsumen. Permintaan terhadap televisi berukuran ultra besar meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Samsung merespons tren tersebut melalui lini produk Neo QLED, OLED, serta berbagai model layar besar yang dirancang untuk pengalaman menonton lebih imersif.
Pada praktiknya, inovasi layar terus berkembang. Teknologi 8K menghadirkan resolusi dengan lebih dari 33 juta piksel, sementara teknologi Micro LED membawa pendekatan baru dengan layar self-emissive yang menawarkan kontras dan akurasi warna lebih tinggi.
Dalam perkembangan selanjutnya, Samsung juga mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan pada televisi mereka. Prosesor AI digunakan untuk mengoptimalkan kualitas gambar dan suara secara real time.
Di sisi lain, perusahaan juga memperluas portofolio layar generasi berikutnya, termasuk pengembangan teknologi Micro RGB dan peningkatan lini OLED serta Neo QLED.
Kombinasi inovasi teknologi, pilihan ukuran layar, serta kualitas visual yang konsisten membuat televisi Samsung tetap menjadi salah satu pilihan yang dipercaya konsumen di berbagai pasar dunia.
