Teknologi

Apple Akui Layar iPhone Duo Retak, Pengguna RI Cek Garansi

layar iPhone Duo retak
layar iPhone Duo retak

Apple secara resmi mengakui adanya masalah layar iPhone Duo retak pada sejumlah kecil unit. Pengguna di Indonesia mulai memeriksa garansi dan cara klaim penggantian melalui AppleCare.

Sejak peluncuran global iPhone Duo pada 23 Oktober 2026, laporan tentang layar bagian dalam yang retak mulai muncul di berbagai platform. Retakan biasanya terjadi di sepanjang garis engsel, disertai garis terang horizontal dan bunyi letupan saat perangkat dilipat atau dibuka. Apple merespons pada 26 Oktober 2026 dengan pernyataan resmi yang menegaskan persoalan ini hanya memengaruhi sebagian kecil unit.

Di Indonesia, kabar tersebut segera memicu pencarian informasi soal klaim garansi. Banyak pemilik yang baru menerima unit mulai memeriksa kondisi layar dan menghubungi layanan resmi. Masalah ini tidak hanya soal kerusakan fisik, melainkan juga menyangkut biaya perbaikan yang tinggi jika di luar cakupan garansi.

Apple Akui Masalah Layar iPhone Duo Retak

Apple menyampaikan pernyataan yang dikutip berbagai media internasional. Perusahaan menyatakan, Kami mengetahui adanya masalah yang memengaruhi layar bagian dalam pada sejumlah kecil unit iPhone Duo. Jika pengguna mengalami masalah dengan layar iPhone Duo mereka, mereka harus menghubungi AppleCare untuk mendapatkan penggantian.

Pernyataan itu muncul setelah foto dan video kerusakan tersebar luas di Reddit serta media sosial. Kebanyakan kasus terjadi dalam hitungan jam atau hari setelah unboxing. Beberapa pemilik melaporkan kerusakan bahkan saat proses pengaturan awal. Apple menekankan mayoritas unit tidak terdampak dan gejala biasanya muncul cepat pada perangkat bermasalah.

Laporan dari media seperti CNN Indonesia dan IDN Times mencatat bahwa stok unit pengganti di beberapa toko masih terbatas. Pengguna yang datang langsung ke Apple Store kadang harus menunggu atau mengirim perangkat untuk analisis lebih lanjut.

Dugaan Penyebab dari Foxconn dan Analisis iFixit

Kabar dugaan penyebab muncul dari laporan rantai pasok. Seorang pegawai Foxconn anonim mengklaim Apple sempat melonggarkan standar pemeriksaan kualitas demi memenuhi target stok peluncuran. Klaim itu beredar lewat media Tiongkok dan dibahas ulang di Indonesia. Namun, sumber lain dari rantai pasok membantah bahwa standar kualitas diturunkan.

Tim iFixit yang membongkar iPhone Duo menemukan titik potensial masalah pada mekanisme engsel. Palang penyangga tengah diduga tidak turun sempurna saat perangkat dilipat. Tekanan berlebih kemudian menekan panel OLED fleksibel dari belakang hingga retak. Kerusakan sering muncul tepat di area kabel fleksibel yang melintasi engsel.

Analisis itu sejalan dengan keluhan pengguna yang merasakan engsel macet atau mendengar bunyi krek sebelum garis terang muncul. Fine M-Tec, pemasok komponen engsel, membantah produk mereka menjadi penyebab utama. Hingga kini Apple belum merilis penjelasan teknis resmi tentang akar masalah.

Pengguna Indonesia Mulai Cek Garansi dan Biaya Perbaikan

Di tanah air, pemilik iPhone Duo mulai aktif memeriksa status garansi. Banyak yang bertanya di forum lokal dan grup komunitas soal prosedur klaim. Apple menyarankan pengguna menghubungi AppleCare langsung, termasuk yang membeli melalui operator seluler. Penggantian untuk masalah ini tidak mensyaratkan AppleCare+.

Tanpa garansi, biaya perbaikan layar dalam diperkirakan mencapai sekitar 999 dolar AS menurut data iFixit dan laporan media. Angka itu hampir setara setengah harga perangkat baru. Layar luar jauh lebih murah, namun kerusakan yang dilaporkan justru menimpa layar lipat bagian dalam.

Beberapa pemilik di Jakarta dan kota besar lain sudah berhasil mendapatkan unit pengganti di Apple Store. Mereka diminta membawa bukti pembelian dan perangkat yang bermasalah. Stok pengganti yang terbatas membuat sebagian harus menunggu pengiriman dari gudang pusat.

Cara mengidentifikasi unit bermasalah relatif sederhana. Gejala awal biasanya berupa hambatan saat membuka atau menutup perangkat, diikuti bunyi tidak normal, lalu munculnya garis putih di sepanjang engsel. Jika gejala itu muncul, sebaiknya segera hentikan penggunaan dan hubungi layanan resmi agar tidak memperparah kerusakan.

Dampak dan Saran bagi Pemilik

Kasus ini mengingatkan bahwa teknologi foldable masih memiliki tantangan ketahanan engsel. iPhone Duo menjadi perangkat lipat pertama Apple dengan harga mulai 1.999 dolar AS. Respons cepat perusahaan dalam menawarkan penggantian membantu meredam kekhawatiran, meski pertanyaan soal volume unit terdampak masih terbuka.

Bagi pengguna Indonesia yang belum mengalami masalah, pemeriksaan rutin pada engsel dan layar sangat dianjurkan. Hindari membuka perangkat dengan paksa jika terasa macet. Simpan bukti pembelian dan nomor seri dengan baik untuk memudahkan proses klaim nanti.

Apple terus memantau laporan dari berbagai negara. Sementara itu, komunitas pengguna di Indonesia saling berbagi pengalaman melalui media sosial. Informasi yang beredar membantu pemilik lain lebih waspada dan mengetahui langkah yang harus diambil.

Masalah layar iPhone Duo retak menjadi ujian awal bagi foldable Apple. Dengan pengakuan resmi dan jalur klaim yang jelas, pengguna setidaknya memiliki jalan keluar. Pengalaman di lapangan akan menentukan seberapa cepat kepercayaan publik pulih terhadap perangkat premium ini.