Perbedaan koleksi dan hoarding pada anak menjadi perhatian para pakar perkembangan. Mengoleksi benda merupakan bagian normal dari proses belajar, sedangkan perilaku menimbun memiliki ciri yang berbeda dan perlu dikenali orang tua.
Perbedaan koleksi dan hoarding pada anak penting dipahami orang tua ketika melihat anak gemar membawa pulang batu, daun, mobil mainan, atau benda-benda lain yang tampak acak.
Secara umum, para ahli menilai kebiasaan mengoleksi merupakan fase normal dalam perkembangan anak. Namun, perilaku tersebut berbeda dengan hoarding atau menimbun barang.
Psikolog sekaligus Direktur Layanan Anak di UTHealth Houston, Leslie Taylor, menjelaskan bahwa koleksi memiliki tema atau pola yang jelas sehingga anak memahami alasan mereka menyimpan benda tersebut.
Koleksi Memiliki Tujuan dan Cerita
Menurut Taylor, anak yang mengoleksi biasanya bangga memperlihatkan benda-benda miliknya kepada orang lain. Bahkan, mereka sering menceritakan kapan menemukan barang tersebut dan alasan memilihnya.
Selain memperkuat rasa percaya diri, kebiasaan itu juga membantu perkembangan bahasa, kemampuan bercerita, serta cara anak mengekspresikan minatnya.
Sementara itu, Joni Kuhn dari Rasmussen University menyebut kegiatan menghitung, mengelompokkan, dan menyusun koleksi ikut melatih kemampuan matematika serta keterampilan berpikir anak.
Tanda Hoarding pada Anak Perlu Dikenali
Berbeda dari koleksi, perilaku hoarding ditandai dengan mengumpulkan berbagai barang tanpa organisasi atau tema tertentu. Anak biasanya menyimpan benda karena merasa akan berguna suatu saat nanti.
Yang patut dicermati, anak juga dapat merasa malu ketika orang lain melihat barang-barang tersebut. Bahkan, mereka menunjukkan kecemasan berlebihan apabila ada orang yang menyentuh atau memindahkan koleksinya tanpa izin.
Intervensi Dibutuhkan Jika Kecemasan Meningkat
Menurut Taylor, sebagian anak yang menunjukkan perilaku menimbun juga kesulitan menjelaskan alasan mereka menyimpan berbagai benda tersebut.
Dalam konteks tersebut, peningkatan rasa cemas ketika barang dipindahkan dapat menjadi indikator bahwa anak memerlukan perhatian lebih lanjut.
Meski demikian, sebagian besar anak akan berhenti mengoleksi benda tertentu seiring bertambahnya usia. Karena itu, kebiasaan mengumpulkan batu, daun, atau benda kecil lainnya umumnya merupakan bagian alami dari proses tumbuh kembang.
