pembatasan Pertalite Desil 10, sinar jiwaPembatasan Pertalite Desil 10 disiapkan pemerintah untuk menekan subsidi. Kebijakan ini berpotensi menghemat APBN sekitar 10 persen.

Pembatasan Pertalite Desil 10 mulai disiapkan pemerintah untuk meningkatkan ketepatan sasaran subsidi sekaligus menghemat alokasi APBN.

Pembatasan Pertalite Desil 10 menjadi kebijakan yang mulai disiapkan pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kelompok tersebut akan menjadi sasaran awal pembatasan.

Purbaya memastikan kebijakan itu bukan pengetatan penyaluran BBM subsidi secara keseluruhan. Pemerintah justru ingin memastikan subsidi energi diterima masyarakat yang berhak.

Pertalite Desil 10 Jadi Sasaran Pembatasan

Menurut Purbaya, pemerintah akan mencoba menerapkan pembatasan tersebut dalam beberapa bulan ke depan. Ia menyebut langkah itu dapat menghasilkan penghematan sekitar 10 persen dari alokasi APBN.

Namun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan skema pembatasan Pertalite masih berada dalam tahap kajian. Karena itu, pemerintah belum mengubah ketentuan pembelian BBM bersubsidi.

Dalam kondisi sekarang, masyarakat masih dapat membeli Pertalite seperti biasa. Bahlil juga menegaskan batas pembelian belum berubah.

Batas Pembelian Pertalite Masih Berlaku

Bahlil menyebut kendaraan biasa masih memiliki batas pembelian 50 liter per hari. Sementara itu, bus dan truk memiliki batas pembelian 200 liter per hari.

Artinya, rencana pembatasan Desil 10 belum mengubah mekanisme pembelian yang berjalan saat ini. Pemerintah masih menunggu hasil kajian sebelum menetapkan kebijakan baru.

Di sisi lain, pemerintah menghadapi kebutuhan anggaran subsidi energi yang semakin besar. RAPBN 2027 mencatat subsidi BBM tertentu dan LPG 3 kilogram mencapai Rp142,83 triliun.

Subsidi Energi Capai Rp272,94 Triliun

Angka tersebut naik 22,2 persen dari outlook 2026 sebesar Rp116,84 triliun. Dengan demikian, pemerintah menyiapkan tambahan sekitar Rp25,99 triliun.

Sementara itu, subsidi listrik dalam RAPBN 2027 mencapai Rp130,10 triliun. Nilainya meningkat 17,8 persen dari outlook 2026 sebesar Rp110,41 triliun.

Jika digabungkan, subsidi BBM, LPG 3 kilogram, dan listrik mencapai Rp272,93 triliun. Nilai itu hampir sama dengan total subsidi energi sebesar Rp272,94 triliun.

Karena itu, pembatasan Pertalite Desil 10 menjadi salah satu opsi pemerintah untuk meningkatkan ketepatan sasaran subsidi.