Rumah Syukur TSP 98 di Bekasi diberikan kepada Ludzfi Aziz (37), warga Tambun Selatan yang aktif mengembangkan BTQ bersama Opshid dan YPS. Penghargaan ini diberikan atas pengabdiannya membina sekitar 100 anak tanpa mengharapkan imbalan.
Ludzfi Aziz, 37 tahun, terpilih sebagai salah satu penerima Rumah Gratis dalam progam Rumah Syukur TSP 98 di Bekasi. Ia tinggal bersama istri dan seorang anaknya di Perum Papanmas Blok F37 No. 19, RT 10/06, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Rumah Syukur ini diberikan dalam rangka mensyukuri nikmat Hari Sumpah Pemuda dan lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya pada 28 Oktober. Rumah yang selama ini ditempati keluarga Ludzfi dinilai masih jauh dari kondisi layak huni.
Panitia: Bentuk Apresiasi atas Pengabdian
Ketua Panitia Rumah Syukur TSP 98 di Bekasi, Kumala Chandra Yuga S., S.T., M.T., menyebut pemberian rumah ini sebagai apresiasi atas perjuangan Ludzfi. Kumala juga menjabat Sekretaris Jenderal Opshid Bekasi.
“Rumah Syukur ini diharapkan bukan hanya menjadi tempat tinggal yang lebih layak bagi beliau dan keluarganya, tetapi juga menjadi bagian dari rasa syukur atas perjuangan yang selama ini dilakukan dengan ikhlas,” ujarnya.
Lima BTQ dan Sekitar 100 Anak
Penilaian panitia bertumpu pada perkembangan kegiatan BTQ (Bustan Tsamrotun Qolbin Salim) di wilayah Bekasi. Kegiatan ini dihidupkan kembali melalui kerja sama Opshid dengan YPS. Sepanjang 2022 hingga 2026, terbentuk lima BTQ, yakni:
BTQ Sukatani
BTQ Cikarang Selatan
BTQ Baitulgufron Tambun
BTQ Jatiasih Jaktim
BTQ Kampung Cisaat Setu
Dari lima lokasi tersebut, tercatat sekitar 100 anak mengikuti kegiatan BTQ. Perjuangan Ludzfi dalam mengembangkan kegiatan Shiddiqiyyah ini dinilai memberi manfaat bagi anak-anak dan masyarakat sekitar.
Aktif di Opshid Sejak 2014
Ludzfi merupakan lulusan Pesantren Majmaal Bahrain Shiddiqiyyah Ploso Jombang Ikhwan 6. Sejak di pesantren, ia terbiasa dengan kegiatan keagamaan dan menanamkan kecintaan terhadap tanah air. Nilai itu kemudian ia wujudkan lewat aktivitas sosial di tengah masyarakat.
Sejak 2014, Ludzfi aktif di Opshid Bekasi. Ia sempat bekerja di Sidoarjo selama beberapa waktu. Kecintaannya pada perjuangan di Bekasi membuatnya kembali dan melanjutkan aktivitas bersama Opshid pada 2022.
Berjualan demi Keluarga, Mengabdi tanpa Imbalan
Di sela kesibukan organisasi, Ludzfi memenuhi kebutuhan keluarga dengan berjualan makanan serta produk ST dan Maqoo. Ia dikenal gigih dan konsisten. Dalam mengembangkan BTQ, ia tidak mengharapkan imbalan materi dan menjalankannya sebagai pengabdian kepada agama, masyarakat, dan bangsa.
Secara keseluruhan, kisah Ludzfi menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu berskala besar. Dari satu langkah, tumbuh lima tempat belajar yang kini memberi ruang bagi sekitar 100 anak untuk belajar Al-Qur’an dan membangun karakter. Rumah Syukur TSP 98 hadir sebagai wujud syukur dan penghargaan atas perjalanan itu.
