Banjir Jakarta Rendam 11 RT di Jaksel, Ketinggian Air Capai 130 Cm

Banjir jakarta selatan

Sinar Jiwa – Banjir Jakarta masih merendam 11 rukun tetangga (RT) di wilayah Jakarta Selatan dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 130 cm. Banjir Jakarta ini dipicu curah hujan tinggi serta luapan sejumlah sungai yang melintasi ibu kota.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat genangan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah DKI dan sekitarnya pada Kamis (30/4). Kondisi tersebut menyebabkan air meluap dari Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan Kali Krukut.

Sebaran Wilayah Terdampak Banjir

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa total 11 RT masih terendam hingga Jumat. Sebaran genangan terkonsentrasi di Jakarta Selatan.

Wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Cipulir sebanyak 1 RT, Pondok Pinang 8 RT, Kebayoran Lama Utara 1 RT, dan Bintaro 1 RT.

Banjir disebabkan curah hujan tinggi dan luapan kali,” ujarnya.

Baca Juga :  Koperasi Merah Putih Resmi Beroperasi di Rusunawa Wates Magelang

Sementara itu, sebelumnya genangan sempat meluas hingga 31 RT di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Namun, kondisi di Jakarta Timur dilaporkan telah surut.

Ketinggian Air dan Kondisi Terkini

Ketinggian air bervariasi antara 30 cm hingga 130 cm. Dalam perkembangan terbaru, genangan dilaporkan mulai berangsur surut di beberapa titik.

Meski demikian, sejumlah wilayah masih mengalami genangan dengan ketinggian yang cukup signifikan. Hal ini menunjukkan dampak dari intensitas hujan yang tinggi dalam waktu singkat.

Upaya Penanganan dan Koordinasi

BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memantau kondisi di lapangan. Pemantauan dilakukan secara berkala di wilayah terdampak.

Selain itu, koordinasi dilakukan dengan sejumlah dinas terkait. Di antaranya Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.

Petugas melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi,” kata Yohan.

Baca Juga :  Guru BK SMKN 2 Garut Akui Psikologis Terganggu usai Kasus Viral

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat surutnya genangan serta menjaga aliran air tetap lancar. Dalam praktiknya, penanganan melibatkan berbagai unsur untuk memastikan respons berjalan cepat.

Di sisi lain, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Warga diminta berhati-hati, terutama di wilayah yang masih tergenang.

Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan 112 yang tersedia selama 24 jam. Layanan ini disediakan untuk memberikan respons cepat terhadap situasi kebencanaan.

Perkembangan kondisi banjir terus dipantau seiring dengan perubahan cuaca dan debit air di sejumlah sungai. Hingga saat ini, upaya penanganan masih berlangsung di titik-titik genangan yang tersisa.