EkBis

KSIGN Rote Ndao Beri Harapan Kerja bagi Pemuda Pesisir

KSIGN Rote Ndao
KSIGN Rote Ndao

“Anak-anak muda nanti tidak perlu jauh mencari pekerjaan,” kata Nixon, warga Rote Ndao, menyambut KSIGN Rote Ndao. Sejumlah menteri meninjau kawasan garam di Desa Matasio, NTT, beberapa waktu lalu, dan pemerintah memproyeksikan lapangan kerja bagi pemuda pesisir.

Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) berdiri di Desa Matasio, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Pemerintah merancangnya sebagai industri garam modern terintegrasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain itu, kawasan ini diproyeksikan menopang kesejahteraan warga pesisir di wilayah terselatan Indonesia.

Peninjauan lokasi berlangsung beberapa waktu lalu. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan datang bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto serta Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan ikut mendampingi.

Harapan Warga Rote Ndao di Tengah Minimnya Lapangan Kerja

Bagi warga Rote Ndao, kabar ini terasa lebih dari sekadar proyek besar. Keterbatasan lapangan pekerjaan selama ini membuat banyak generasi muda memilih merantau. Mereka berharap kawasan industri ini bisa menjadi solusi atas persoalan tersebut.

Nixon, salah seorang warga, menyuarakan rasa syukurnya. “Kami bersyukur karena Rote dipilih menjadi kawasan industri garam nasional. Anak-anak muda nanti tidak perlu jauh mencari pekerjaan. Kami ingin garam dari Rote bisa memenuhi kebutuhan Indonesia dan menjadi kebanggaan daerah kami,” kata Nixon.

Suara Nixon mewakili harapan banyak keluarga di daerah yang minim peluang kerja. Orang tua tentu ingin anak-anaknya bekerja dekat rumah. Kawasan industri ini menawarkan alasan untuk tinggal dan membangun hidup di tanah sendiri.

KSIGN Rote Ndao Libatkan Warga Lewat Pelatihan dan Sertifikasi

Pemerintah menjawab aspirasi tersebut melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). KKP memastikan masyarakat lokal tidak sekadar menjadi penonton, melainkan pelaku utama industri.

Sebagai pembekalan, pemerintah menyiapkan program pelatihan dan sertifikasi khusus. Lewat program itu, warga diharapkan terampil mengelola tambak dan pabrik garam modern secara profesional. Langkah ini membuka jalan bagi warga untuk mengisi posisi kerja di kawasan tersebut.

Zulhas: Garam Diproduksi Sendiri, Hasilnya Dinikmati Sendiri

Zulkifli Hasan menegaskan tujuan utama pembangunan KSIGN di Kecamatan Rote Timur dan Landu Leko. Menurut dia, kawasan ini harus mengalirkan manfaat ekonomi kepada masyarakat pesisir.

“K-SIGN ini memberikan dampak besar bagi kemakmuran rakyat NTT, khususnya Kabupaten Rote Ndao,” ujar Zulhas. Ia lalu menyampaikan pesan Presiden. “Kalau garam ini kita produksi sendiri, maka yang menikmati hasilnya tentu kita sendiri.”

Pernyataan itu menegaskan arah kebijakan: produksi garam dalam negeri harus memberi nilai tambah bagi daerah penghasilnya.

Tahap II Perluas Kawasan hingga 1.368,25 Hektare

Saat ini, pembangunan KSIGN telah memasuki Tahap II dengan luas 751,32 hektare. Tahap tersebut melengkapi Tahap I sehingga total kawasan mencapai 1.368,25 hektare. Dengan kata lain, Tahap I mencakup sekitar 616,93 hektare.

Skala kawasan sebesar itu menuntut persiapan sumber daya manusia yang matang. Karena itu, pelatihan dan sertifikasi menjadi tahapan yang tidak bisa ditunda.

Selain meningkatkan pendapatan daerah, pemerintah mendorong kawasan ini menyerap tenaga kerja lokal. Lebih jauh, KSIGN diharapkan menjadikan Rote Ndao pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Indonesia.

Apa Arti Industri Garam Terintegrasi bagi Ekonomi Lokal

Industri garam terintegrasi berarti seluruh rantai kerja berada dalam satu kawasan, mulai dari tambak hingga pengolahan. Model ini memungkinkan pengelolaan yang lebih terpadu dan terukur. Pemerintah menjadikan pendekatan modern tersebut sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.

Bagi ekonomi lokal, rantai kerja yang lengkap berarti lebih banyak jenis pekerjaan. Warga bisa terlibat sebagai pengelola tambak, operator pabrik, atau tenaga pendukung. Peluang itu penting bagi daerah yang selama ini kekurangan lapangan kerja.

Menanti Bukti Manfaat bagi Warga Pesisir

Harapan warga kini bertemu dengan komitmen pemerintah di lapangan. Pelatihan, sertifikasi, dan perluasan kawasan menjadi ujian pertama bagi janji tersebut. Jika berjalan sesuai rencana, anak muda Rote Ndao bisa bekerja dan berkarya di tanah sendiri. Warga pesisir Rote Ndao kini menunggu realisasi, sementara pemerintah menjanjikan keterlibatan penuh masyarakat lokal.

Artikel ini disusun berdasarkan pernyataan Menko Pangan Zulkifli Hasan, penjelasan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta keterangan warga Rote Ndao. Pembaruan terakhir dilakukan pada 18 Oktober 2026.