Kementerian Keuangan mewaspadai dampak usulan MSCI standalone market bagi pasar modal Indonesia dalam forum diskusi di Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026). Direktur Strategi APBN Wahyu Utomo berucap, “Mudah-mudahan tidak terjadi,” sebab rupiah, subsidi, dan defisit negara ikut terancam.
Peringatan itu datang tak lama setelah MSCI mengumumkan rencana besar terhadap pasar saham Indonesia. Lembaga indeks global tersebut membuka konsultasi pada Kamis (15/10/2026) waktu setempat. Usulannya mengubah klasifikasi dari emerging market menjadi standalone market. Menurut OCBC Wealth Management, langkah itu melompati kategori frontier market. Bagi investor, kabar tersebut terasa seperti alarm yang berbunyi di tengah malam.
MSCI Standalone Market Bisa Menekan Rupiah dan APBN
Wahyu menjelaskan bahwa risiko fiskal datang dari beberapa pintu sekaligus. Penurunan klasifikasi dapat melemahkan kepercayaan pasar, lalu menekan nilai tukar rupiah. Pelemahan rupiah, menurut dia, langsung mengerek beban subsidi pemerintah.
“(Risiko) fiskal kemungkinan dari sisi pajak, dari sisi lagi tadi nilai tukar itu meningkat, kalau nilai tukar meningkat, dampaknya subsidi juga meningkat. Defisit akan melebar jadi tantangan untuk mengendalikan APBN juga sangat menantang. Mudah-mudahan tidak terjadi,” ujarnya.
Tekanan terhadap kepercayaan pasar juga dapat memengaruhi penerimaan pajak. Kondisi itu mempersulit pemerintah menjaga defisit tetap terkendali. Setiap rupiah yang meleset di sisi penerimaan harus ditutup dari tempat lain.
Wahyu mengaitkan risiko tersebut dengan kemungkinan kenaikan suku bunga. Gangguan pada arus modal asing juga masuk daftar kekhawatirannya. Dua hal itu dapat membuat biaya pembiayaan pemerintah naik dan menambah beban APBN.
“(Risiko) fiskal juga akan terjadi karena dampaknya nanti kan market confidence-nya lemah, nilai tukar tertekan, suku bunga akan tertekan naik, ya harus modal luarnya juga akan mengganggu stabilitas, dampaknya pasti fiskal agak gede,” kata Wahyu.
Rambatan ke Pasar Obligasi Ikut Diwaspadai
Pemerintah tidak hanya melihat bursa saham. Wahyu menyebut dampak rambatan dari pasar modal bisa menjalar ke sektor keuangan lain, termasuk pasar obligasi. Ia tetap berharap skenario terburuk tidak terjadi.
Karena itu, pembenahan tata kelola menjadi prioritas. Pemerintah mendorong pasar modal yang lebih sehat, transparan, dan memiliki aturan adil. Investor, besar maupun kecil, membutuhkan kepastian bahwa aturan main berlaku sama untuk semua pihak.
“Yang terpenting sekarang bagaimana caranya biar kita tuh market-nya, terutama di pasar modal kita menjadi lebih sehat, lebih transparan,” kata dia.
Wahyu menegaskan bahwa pembenahan itu bukan semata untuk meredam risiko dari MSCI. Menurut dia, langkah tersebut memperkuat pasar modal dan perekonomian Indonesia dalam jangka panjang.
Besarnya Ekonomi Indonesia Jadi Pertimbangan
Wahyu juga menyinggung ukuran ekonomi Indonesia di kawasan ASEAN. Ia menyebut nilai ekonomi Indonesia sekitar US$1,5 triliun. Vietnam, yang disebut tumbuh pesat, berada di kisaran US$400 miliar.
Dengan perbandingan itu, ia menilai MSCI perlu berpikir panjang. “Kalau misalnya MSCI nanti akan punish (menghukum) kita, kok agak-agaknya orang selanjutnya akan berpikir agak banyak lah,” ujarnya.
Apa Itu Standalone Market dan Kapan Keputusan Final?
Standalone market adalah kategori di luar indeks emerging market dan frontier market MSCI. OCBC Wealth Management menyebut Argentina, Bulgaria, Nigeria, dan Rusia sebagai contoh pasar di kategori tersebut. Menurut IDNFinancials, klasifikasi ini berlaku bagi pasar yang tidak memenuhi syarat dua kategori lain.
MSCI menilai masalah pasar saham Indonesia lebih dalam daripada yang tercermin lewat status frontier. Menurut Kontan, langkah tersebut berpotensi memicu arus keluar dana asing dalam jumlah besar. Sebelumnya, MSCI sudah menyampaikan kekhawatiran soal investability pasar saham Indonesia dalam tinjauan Juni 2026.
MSCI masih membuka konsultasi publik hingga 30 April 2027. Keputusan final dijadwalkan keluar paling lambat 30 Juni 2027. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyatakan akan meminta klarifikasi kepada MSCI. BEI juga menegaskan bersama OJK sudah mengambil langkah konkret untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar.
Pada akhirnya, kekhawatiran Kemenkeu bukan sekadar urusan angka di layar perdagangan. Investor ritel, pelaku usaha, dan masyarakat penerima subsidi bisa merasakan dampak lanjutannya jika rupiah melemah dan defisit melebar. Pemerintah, BEI, dan OJK kini punya waktu hingga pertengahan 2027 untuk membuktikan perbaikan. Sampai saat itu, usulan MSCI standalone market tetap berstatus proposal, bukan keputusan akhir.
Sumber: pernyataan Wahyu Utomo (Kemenkeu) dalam forum diskusi di Jakarta Selatan, 20 Oktober 2026; OCBC Wealth Management (16 Oktober 2026); IDNFinancials; Kontan; IDXChannel. Diperbarui 21 Oktober 2026.