Di Arena Grand Paris, raket-raket Merah Putih kembali bergerak pada Rabu (21/10), saat enam wakil Indonesia memburu tiket ke 16 besar. Jadwal French Open 2026 hari ini menyajikan lawan berat, satu derbi sesama anak bangsa, dan harapan yang bertumpu pada babak pertama.
Sebanyak 14 wakil Indonesia turun di French Open 2026, kejuaraan level Super 750 yang digelar di Arena Grand Paris. Delapan pemain sudah membuka langkah pada Selasa (20/10). Enam wakil lain mendapat giliran hari ini, Rabu (21/10), di babak pertama atau 32 besar.
Lapangan 1 menjadi panggung pembuka sekaligus panggung penentu. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri memulai hari lewat laga melawan wakil Taiwan, Hsiang Chieh Chiu/Wang Chi Lin. Pertandingan pertama itu mulai pukul 10.00 waktu setempat atau pukul 15.00 WIB. Di lapangan yang sama, Alwi Farhan baru tampil pada pertandingan kedelapan.
Beralih ke lapangan 3, Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu tampil pada pertandingan kedua. Lawan mereka ganda Thailand, Pakkapon Teeraratsakul/Sapsiree Taerattanachai. Putri Kusuma Wardani turun di partai keenam melawan tunggal putri India, Devika Sihag. Lapangan 4 menyimpan pertandingan kesembilan yang mempertemukan sesama wakil Indonesia.
Hari Pertama Menyisakan Lima Kemenangan dan Tiga Kekalahan
Hari pertama meninggalkan rasa manis sekaligus getir bagi kubu Merah Putih. Lima wakil sukses menembus 16 besar. Mereka adalah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, Rachel Allesya Rose/Febi Setianingrum, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Moh Zaki Ubaidillah.
Tiga wakil lain harus mengakhiri perjalanan lebih cepat. Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, dan Jonatan Christie pulang tanpa tiket ke babak berikutnya. Dua dari kekalahan itu lahir dari duel sesama pemain Indonesia. Tiwi/Fadia unggul atas Ana/Trias, sedangkan Ubed menaklukkan Jonatan.
Alwi Farhan Menghadapi Juara All England di Laga Pembuka
Alwi Farhan tidak mendapat jalan mulus. Lawannya, Lin Chun Yi dari Taiwan, sudah mengemas gelar India Open dan All England tahun ini. Pemain dengan dua trofi di tangan biasanya datang dengan percaya diri tinggi. Bagi Alwi, laga ini menjadi ujian mental sejak langkah pertama di Paris.
Pertandingan seperti ini sering menguji siapa yang paling siap menyerap tekanan. Pemain muda biasanya belajar banyak dari laga melawan juara. Putri Kusuma Wardani juga memikul tugas yang tidak ringan karena Devika Sihag menunggu di seberang net. Satu kemenangan akan menjaga harapan Putri tetap menyala.
Derbi di Lapangan 4 dan Arti Sparring bagi Atlet
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin bertemu Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani pada pertandingan kesembilan. Apa pun hasilnya, satu pasangan Indonesia akan melaju dan satu pasangan lain berhenti. Situasi serupa sudah terjadi sejak Selasa, ketika Tiwi/Fadia menghadapi Ana/Trias dan Ubed berhadapan dengan Jonatan.
Ajang French Open 2026 terasa seperti agenda sparring bagi atlet Merah Putih. Sesama rekan senegara harus saling mengalahkan demi satu tempat di 16 besar. Persahabatan di luar lapangan terpaksa menepi sejenak.
Harapan Gelar Dimulai dari Kemenangan Babak Awal
Level Super 750 berada satu tingkat di bawah Super 1000 dan menyediakan poin ranking besar. Karena itu, setiap pemain datang dengan target yang jelas. Kesempatan Indonesia membawa pulang gelar terbuka jika para pemain mengamankan kemenangan sejak babak awal.
Setiap poin di Arena Grand Paris membawa beban banyak orang, mulai dari atlet, pelatih, hingga pendukung yang menunggu kabar di tanah air. Bagi pemain yang tersingkir kemarin, perjalanan jauh ke Prancis berakhir terlalu singkat. Bagi yang bertahan, tekanan justru baru dimulai. Enam wakil punya satu tujuan hari ini, yaitu bertahan dan melangkah ke 16 besar.