Sinar Jiwa – Data sementara BPBD Ciamis ungkap sebaran kerusakan rumah warga akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Sabtu (28/3/2026) sore. Laporan awal menunjukkan puluhan rumah rusak Ciamis tersebar di lima desa pada dua kecamatan, dengan angka yang masih berpotensi bertambah.
Peta Sebaran Kerusakan Berdasarkan Laporan Awal
BPBD Ciamis mencatat Kecamatan Purwadadi menjadi wilayah dengan dampak paling luas. Di desa ini, kerusakan rumah tersebar di empat titik berbeda dengan jumlah yang cukup signifikan.
Desa Pasirlawang mencatat 28 rumah rusak. Sementara itu, Desa Bantardawa mengalami kerusakan pada 25 rumah. Di sisi lain, Desa Sidarahayu mencatat 15 rumah terdampak, dan Desa Purwajaya sebanyak 12 rumah.
Pada waktu yang sama, Kecamatan Cisaga juga masuk dalam laporan dampak. Dua rumah di Desa Mekarmukti dilaporkan mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang.
Data tersebut dihimpun BPBD hingga pukul 18.00 WIB berdasarkan laporan awal dari masing-masing desa. Hal ini menunjukkan sebaran kerusakan masih bersifat dinamis dan belum final.
Karakter Kerusakan yang Terjadi di Lapangan
Kerusakan rumah warga umumnya terjadi pada bagian atap. Angin kencang dilaporkan mampu mengangkat dan merusak struktur atap rumah yang tidak cukup kuat menahan tekanan.
Dampak Angin pada Struktur Atap Rumah
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi memperparah kondisi angin yang terjadi secara bersamaan.
“Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan beberapa rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap,” ujarnya.
Dalam praktiknya, kerusakan ini membuat sebagian rumah tidak dapat ditempati sementara. Warga terdampak masih menunggu penanganan lebih lanjut dari petugas.
Pohon Tumbang Tambah Luas Dampak Kerusakan
Selain merusak atap, pohon tumbang menjadi faktor tambahan yang memperbesar dampak kerusakan. Beberapa rumah dilaporkan tertimpa batang pohon yang roboh akibat terpaan angin.
Di lapangan, kondisi ini juga memicu hambatan akses di sejumlah titik. Batang pohon yang melintang di jalan membuat mobilitas warga dan petugas terganggu.
Status Data Masih Sementara dan Terus Diperbarui
BPBD menegaskan bahwa data yang disampaikan saat ini masih bersifat sementara. Laporan yang masuk baru mencakup lokasi dan jumlah rumah terdampak tanpa rincian lengkap.
“Data di atas laporan sementara sampai dengan jam 18.00, karena dari desa pun baru laporan lokasi dan jumlah rumahnya saja,” kata Ani.
Pada saat bersamaan, tim BPBD masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah kepala keluarga terdampak serta kondisi riil di lapangan. Proses ini dilakukan melalui koordinasi dengan aparat desa.
Sementara itu, penanganan darurat masih difokuskan pada pembersihan pohon tumbang. Perbaikan rumah warga belum dilakukan karena pendataan dan asesmen masih berjalan
