sinarjiwa.id – Harga cabai rawit merah menembus Rp150.000 per kilogram di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (20/2/2026). Lonjakan ini terjadi di awal Ramadan dan mendekati Lebaran 2026. Secara faktual, kenaikan ini memicu keresahan konsumen karena harga sudah jauh melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP). Rata-rata nasional bahkan tercatat lebih dari 30 persen di atas batas acuan pemerintah.
Di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp140.000 per kilogram. Sebelumnya, komoditas yang sama dijual Rp70.000–Rp90.000 per kilogram. Kenaikan terjadi dalam waktu singkat. Dampaknya terasa langsung di tingkat rumah tangga.
Dampak Lonjakan Harga Cabai di Pasar Eceran
Kenaikan Harga Cabai Lebaran ini tidak hanya terjadi di satu lokasi. Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional per 20 Februari 2026 pukul 16.00 WIB, rata-rata nasional cabai rawit merah mencapai Rp78.295 per kilogram. Angka ini naik 2,75 persen dari hari sebelumnya.
Di DKI Jakarta, harga rata-rata bahkan menyentuh Rp113.438 per kilogram. Artinya, selisihnya mencapai 99,01 persen dibanding HAP yang berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp57.000 per kilogram. Perbedaan ini mencolok.
Pasokan Turun, Harga Naik Tajam
Dalam realitas di lapangan, pasokan cabai ke Pasar Induk Kramat Jati disebut turun hingga 50 persen. Faktor cuaca menjadi penyebab utama. Hujan berkepanjangan dan gangguan hama mengurangi hasil panen.
“Cuaca ekstrem dan gangguan hama menyebabkan jumlah panen menurun. Waktu petik juga singkat karena pengaruh hujan,” ujar Guntur, pedagang di PIKJ, Jumat (20/2/2026).
Curah hujan tinggi juga memperlambat perubahan warna cabai menjadi merah. Akibatnya, distribusi ke tingkat pengecer ikut terhambat.
Respons Pemerintah Menjelang Lebaran 2026
Di sisi lain, pemerintah mulai melakukan intervensi. Kementerian Pertanian mengguyur 980 kilogram cabai dari Magelang, Jawa Tengah, ke PIKJ. Harga intervensi ditetapkan Rp55.000 per kilogram.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan asosiasi cabai. “Kami akan koordinasikan dengan pengusaha-pengusaha cabai, asosiasi cabai agar harganya diturunkan, mudah-mudahan kembali standar menghadapi Lebaran nanti,” ujarnya.
Meski begitu, di sejumlah pasar eceran harga masih tinggi. Di Pasar Jatinegara, cabai rawit merah tetap bertahan di Rp150.000 per kilogram.
Kondisi ini terjadi saat kebutuhan dapur meningkat. Momentum Lebaran 2026 membuat konsumsi cabai cenderung naik. Dampaknya, tekanan harga semakin terasa di tingkat konsumen.
